Sekda Erizon Sebut Penyusunan APBD Sudah Mengacu RPJMD

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Sekda Erizon Sebut Penyusunan APBD Sudah Mengacu RPJMD

Selasa, 09 Juli 2019
Sekretaris Daerah, Erizon

Pessel, FajarSumbar.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyangkal adanya copy paste dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Sekretaris Daerah, Erizon mengungkapkan dalam penyusunan anggaran, pemerintah daerah telah melalui mekanisme yang jelas, terarah dan terukur.

"Apa yang kami sampaikan itu semuanya juga jelas," ungkap Sekda saat diwawancarai wartawan melalui telponnya di Painan, Selasa (9/7).

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai anggaran yang diajukan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan cenderung tanpa motivasi.

Ketua DPRD, Dedi Rahmanto Putera mengungkapkan kecenderungan itu terlihat dari program kegiatan yang diajukan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sama dengan tahun sebelumnya.

"Kegiatannya hanya itu ke itu saja. Tidak ada inovasi. Yang dirubah hanya besaran anggaran saja," ungkapnya pada wartawan di Painan, Selasa (9/7).

Menurutnya, persoalan itu berlangsung dan terus berulang setiap tahun. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) seakan tidak bekerja.

Akibatnya, program yang diajukan banyak yang tidak jalan. Bahkan, program dan kegiatan yang diajukan pengguna anggaran terkesan 'asal bapak senang.'

Untuk Festival Langkisau, misalnya. Jika pemerintah daerah tidak sanggup untuk melaksanakan, jangan diajukan dalam pembahasan anggaran. 

"Karena memang betul. Kini masih banyak target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang belum tercapai" ujar politisi Partai Golkar itu.

Untuk itu, dirinya meminta agar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan APBD 2019 dan seterusnya harus matang.

Seluruh jajaran OPD di pemerintah kabupaten agar tidak melakukan manipulatif, maupun copy paste dalam penyusunannya.

Dengan dememikian penyusunan RKA tidak ada lagi yang sifatnya pengulangan program kegiatan. Bahkan, adanya kegiatan yang fiktif. Akan tetapi, harus lebih pada inovasi yang mengutamakan kepentingan rakyat.

Sekda melanjutkan, apa yang disampaikan dewan itu tidaklah benar. "Bapak itu kan tau, apa yang kami ajukan. Nanti kan akan kita bahas sama-sama," jelasnya. 

Menurutnya, dalam penyusunan APBD, pemerintah daerag mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Sedangkan dalam perubahan sifatnya hanya menambah mana yang kurang. "Mana yang lebih, kita kurangkan," tutupnya. (tsf)