Diklaim Sebagai Tanah Pusako Tinggi, Kaum Pasukuan Pisang Datuak Nan Adia Protes Pengerukan Tanah oleh Pengembang

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Diklaim Sebagai Tanah Pusako Tinggi, Kaum Pasukuan Pisang Datuak Nan Adia Protes Pengerukan Tanah oleh Pengembang

Jumat, 16 Agustus 2019

Bukittinggi, fajarsumbar.comPuluhan anak kamanakan kaum pasukuan pisang Datuak Nan Adia mendatangi lokasi pengerukan tanah oleh pengembang di Bukit Mandiangin, Kelurahan Cimpago Ipuah Mandiangin Kota Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, Kamis (15/8).

Kedatangan anak kamanakan dari pasukuan pisang Datuak nan Adia itu untuk memprotes dan meminta menghentikan pengerukan tanah milik kaumnya oleh pengembang.

Aksi yang dilakukan oleh anak kamanakan Dt nan Adia itu nyaris terjadi kericuhan dengan pihak pengembang yang sedang melakukan penggerukan tanah menggunakan alat berat.

Untung saja niniak mamak pasukuan pisang Dt nan Adia langsung turun tangan untuk menenangkan anak kamanakannya sehingga ketegangan itu dapat diredakan.

Murtinus ST Rajo Lelo, salah satu  niniak mamak dari kaum suku pisang Dt nan Adia kepada wartawan mengatakan bahwa protes yang dilayangkanya atas pengerukan tanah oleh pengembang itu karena tanah tersebut merupakan tanah pusako tinggi milik kaumnya, dan tidak pernah di perjual belikan.

Tapi anehnya tanah tersebut Informasi sudah bersetifikat atas nama orang lain, 

"Sebelumnya kita belum mengetahui tanah itu sudah disertifikat atas nama orang lain, dan baru kita ketahui ada permasalahan ini,"ujar Martinus yang saat itu didampingi anggota kaumnya yang lain

Amril St Jamaria, anggota kaum Dt Nan Adia itu juga berencana akan menelusuri ke Badan Pertanahan atas terbitnya sertifikat tanah milik kaumnya itu atas nama orang lain.

"Kita akan mempertanyakan ke BPN atas dasar apa tanah tersebut disertifikatkan,"tegas Amril.

Sebab anggota kaumnya tidak pernah menandatangani surat surat untuk jual beli ataupun untuk penerbitan sertifikat tersebut.

ia juga khawatir dengan adanya pengerukan itu, pandan perkuburan kaumnya akan lenyap, selain itu di atas bukit itu juga ada bak penampungan air PDAM, sehingga apabila tebing itu terus di keruk tidak menutup kemungkinan bak penampungan air PDAM itu juga akan jebol.

Baik Murtinus maupun Amril St Jamaria mengaku bahwa pihak PDAM juga sudah melayangkan keberatan yang sama atas pengerukan tanah oleh pengembang itu.(gd)