Dosen FMIPA UNP Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Sijunjung

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Dosen FMIPA UNP Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Sijunjung

Kamis, 15 Agustus 2019
Renol Afrizon, S.Pd.,M.Pd., sebagai Ketua Tim Dosen FMIPA menyerahkan model dan perlengkapan hidroponik kepada SMP 11 Sijunjung. (ist) 

Sijunjung, fajarsumbar.com - Empat  aspek prakarya, yaitu kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan masih belum terlalu diterapkan guru pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah menengah pertama (SMP) maupun madrasah tsanawiyah (MTs). Padahal, dua diantaranya wajib diterapkan di setiap satuan pendidikan. 

Berpijak dari itulah, maka Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) menjadikan prakarya sebagai pilihan program kemitraan dalam pengabdian masyarakat yang mereka laksanakan di SMPN 11 Sijunjung. 

Pengabdian masyarakat yang diketuai Renol Afrizon, S.Pd.,M.Pd., itu merupakan bagian dari program kemitraan masyarakat yang pelaksanaannya didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti. 

Renol Afrizon mengatakan, program kemitraan masyarakat yang dia dan tim laksanakan berjudul  “Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru-Guru IPA SMP Kabupaten Sijunjung melalui Pendampingan Implementasi Sains Terapan dalam Pembelajaran Prakarya”. “Kegiatannya telah kami laksanakan pada 13 hingga 14 Juli 2019 lalu di SMPN 11 Sijunjung. Peserta kegiatan adalah MGMP IPA se-kabupaten itu,” sebutnya. 

Renol menuturkan, sebelum materi dalam pelatihan dimulai, tim mengadakan pretest untuk mengetahui kemampuan awal para guru sebagai peserta pelatihan. Adapun materi yang disampaikan dimulai dari pembekalan materi hidroponik oleh Drs. Mahrizal, M.Si., pembekalan materi teknik penyusunan LKS oleh Relcas Yogica, M.Pd., pembagian tugas penyusunan LKS oleh Dra. Hidayati, M.Si., dan demontrasi pembuatan sistem hidroponik didampingi oleh Teknisi Laboratorium Fisika Edi Kurnia, S.Si., serta Alia Rizky dan Asmi Putri sebagai tim non teknis atau asisten dosen saat itu. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan guru-guru IPA dapat mempraktikkan kembali di kelas untuk peserta didik yang dilengkapi dengan LKS prakarya yang akan dibuat,” terangnya. 

Hal-hal baru yang diajarkan oleh tim membuat semua peserta pelatihan antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Dalam program ini, tim memberikan model hidroponik yang diletakkan di SMPN 11 Sijunjung dan beberapa perlengkapan hidroponik seperti nutrisi A dan B, rockwall, TDS, bibit kangkung dan bibit sawi.

Saat ini,  para guru peserta pelatihan sudah menerapkan di sekolah masing-masing, khususnya di SMPN 11 Sijunjung. Mereka  sudah melakukan pembibitan tanaman hingga panen. “Selanjutnya tim akan kembali ke Sijunjung untuk melihat penerapan LKS yang telah dibuat sesuai pembagian tugas sebelumnya di kelas,” tutupnya. (yura)