Goa Batu Kapal Sudah Permanen untuk Lokasi Upacara Hari Hari Besar

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Goa Batu Kapal Sudah Permanen untuk Lokasi Upacara Hari Hari Besar

Minggu, 18 Agustus 2019
Detik detik Proklamasi digelar di halaman parkir GOA Batu Kapal SBJ, dihadiri seluruh sekolah.

Padang Aro, fajarsumbar.com - Sudah yang kedua kali Peringatan HUT RI ke 74 yang digelar di Goa Batu Kapal (GBK) Solok Selatan, ini merupakan bentuk dukungan terhadap kemajuan pariwisata,terutama didaerah terpencil. 

Disamping peningkatan promosi destinasi wisata, juga dasar pemerataan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar. Karena dimeriahkan dilokasi wisata alam yang sudah terkenal ke manca negara itu, sekaligus nawacita lmenuansakan rasa cinta tanah air dan pariwisata.

"Bagaimana kita memerdekakan pariwisata daerah, disamping dukungan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab itu, kita menggelar peringatan HUT RI ke 74 di GBK ini," kata Camat Sangir Balai Janggo, Muslim kepada Media, Sabtu (17/8). 

Bagi pengunjung dan pedagang keliling di gratiskan masuk, ini untuk meramaikan dan menyumarakan sensasi alam GBK indah dan menawan di kecamatan di pengujung Solok Selatan tersebut.

Disampaikannya, peringatan HUT RI di GBK sudah tiga kali di gelar ini bekal mengundang masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam momen 

"Semestinya pembacaan teks proklamasi dibacakan oleh anggota DPRD, tapi beliau yang kita undang itu tidak hadir," keluhnya.

Tapi Muslim bersyukur, karena kegiatan  pembangunan fasilitas Goa Batu Kapal (GBK) untuk anggaran 2019 sudah dimulai melalui anggaran dari Dinas Pariwisata dan Disperingdagkop dan UKM Solsel. Bangunan fisik ini sebagai penunjang kebutuhan pengunjung yang selama ini di keluhkan.

Fasilitas yang sedang akan dimulai sebagai pelengkap GBK, yakni satu unit Musalla, dua unit toilet, dua unit kios oleh-oleh, satu unit panggung kesenian, satu paaket faving blok lapangan parkir, satu unit jembatan di dalam goa dan satu unit parola.


"Fasilitas pelengkap yang akan dibangun Pemkab Solsel dengan total anggaran Rp1,35 miliar," tukasnya.

Diharapkannya, anggaran dari Dinas Perindagkop dan UKM Solsel agar segera memulai pekerjaannya dengan paket Rp 500 juta untuk pembangunan 51 petak lapak-lapak tempat Pedagang Kaki Lima (PKL) di GBK.

Dengan begitu, mana pedagang yang belum mendapatkan tempat. Maka sudah tersedia ruang berdagang dal peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini menjadi momen membantu ekonomi kerakyatan di HT RI ke 74.

"Kios oleh-oleh sangat penting keberadaannya di GBK, sebab buah tangah itu sangat diharapkan adanya oleh para pengunjung," bebernya.

Kedepan butuh peningkatkan kalaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun GBK, karena membangun GBK adalah membangun ekonomi rakyat. Semoga Dinas PU tidak lupa menganggarkan hotmix jalan menuju GBK sekutar 2,5 km pada tahun 2020.

"Kondisi jalan ketika musim hujan berlumpur dan ketika musim panas berkabut. Sebab itu, kita punya segudang harapan jalan menuju ke GBK di aspal," terangnya.

Terlihat unsur wali nagari, pihak sekolah, tokoh masyarakat, niniak mamak dan pihak Polri dalam menjalankan

Sekretaris Kecamatan Sangir Balai Janggo, Yosepriadi, mengatakan bahwa partisipasi masyarakat, tokoh, niniak mamak dan pihak polri serta pihak sekolah dalam merayakan hari kemerdekaan RI sangat tinggi. 

"Kita ada disini dalam menjembatani nilai kemerdekaan disamping dukungan penuh dalam mempromosikan wisata alam daerah," katanya. 

Wali Nagari Sungai Kunyit Barat, Doni Fitra mengungkapkan, dengan diisinya kemerdekaan di GBK ini. Artinya sebuah bentuk sumbangan moril dalam mengembangkan pariwisata goa ini,"Katanya mengakhiri. (Hendrivon/yuni valora)