Kejari Sebut Ada Potensi Tersangka Baru Kasus RSU Pratama Tapan

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Kejari Sebut Ada Potensi Tersangka Baru Kasus RSU Pratama Tapan

Rabu, 07 Agustus 2019
Kepala Kejaksaan Negeri, Yeni Puspita memberi keterangan kepada wartawan

Pessel, FajarSumbar.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar mengungkapkan adanya potensi tersangka baru terkait korupsi Rumah Sakit Umum (RSU) Pratama Tapan.

Kepala Kejaksaan Negeri, Yeni Puspita menyampaikan, potensi tersangka baru itu hasil pengembangan dari keterangan saksi dalam persidangan.

"Bisa saja empat, lima atau enam orang. Yang pasti potensi itu ada," kata Yeni di sela-sela acara pemusnahan barang bukti narkotika di Painan, Rabu (7/8).

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Pessel telah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus korupsi pembangunan RSU Pratama Tapan. 

Ketiga tersangka itu adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Kesehatan, NN. Management perusahaan konstruksi, WI dan penyedia jasa konsultan, FI.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 senilai Rp15 miliar.

Dari proyek tersebut, mengakibatkan kerugian negara hingga Rp1,6 miliar. Kejari, lanjut Yeni, kini terus mendalami keterangan saksi di persidangan. 

Namun ketika ditanyai apakah tersangka baru itu pejabat daerah atau kementerian, dirinya masih enggan menanggapi.

"Soal siapa calon tersangka, sama-sama kita lihat saja. Nanti tau sendiri siapa tersangka barunya," tuturnya. 

Saat ini, persidangan kasus proyek RSU Pratama Tapan memasuki tahap pembacaan keterangan saksi dari Kejari.

Kendati demikian, pada 2019 Kementerian Kesehatan kembali mengucurkan APBN senilai Rp12 miliar untuk RSU Pratama Tapan.

Dari alokasi dana itu, Rp6,6 miliar untuk pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sedangkan sisanya Rp4,5 miliar pengadaan peralatan medis dan Rp500 juta penyediaan air bersih.

"Untuk IGD sekarang progresnya sudah 22 persen. Targetnya selesai tahun ini," tutup Direktur RSU Pratama Tapan, drg. Asrul. (tsf)