Mangkir dari Penyidikan, Mantan Kepala Capem Bank BUMN Bukittinggi Didesak Ditangkap

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Mangkir dari Penyidikan, Mantan Kepala Capem Bank BUMN Bukittinggi Didesak Ditangkap

Sabtu, 10 Agustus 2019
Dwi Setiarini SH

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Mantan pimpinan cabang pembantu (KCP) salah satu bank BUMN di Kota Bukittinggi berinisial DHN yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap karyawanya mangkir dari panggilan penyidik kepolisian yang dijadwalkan berlangsung Kamis (8/8). kemaren

Korban berinisial DPS dan Penasehat Hukumnya menyesalkan hal itu dan mendesak agar tersangka segera ditangkap.

"Kami berharap Satreskrim Polres Bukittinggi segera melakukan penangkpaan dan penahanan terhadap tersangka. Kami menilai tersangka sudah tidak kooperatif untuk memenuhi panggilan hari ini (kemarin,red). Alasan subjektif untuk dilakukan penahanan rasanya juga sudah terpenuhi," ujar kuasa hukum korban DPS, Dwi Setiarini SH.

Menurut pengacara yang akrab disapa Rini, penyidik bahkan telah melakukan pemeriksaan tersangka sampai ke Bogor, di mana DHN bertugas saat ini. Upaya tersebut terpaksa ditempuh pihak kepolisian setelah dua kali tersangka mangkir dipanggil penyidik.

"Sebelumnya penyidik sudah melayangkan surat panggilan kepada tersangka sebanyak dua kali, namun tidak datang alias mangkir. Penyidik juga telah sampai jauh-jauh terbang ke Bogor memeriksa yang bersangkutan. Kali ini dijadwalkan lagi, namun mangkir lagi. Ini kan sudah tidak kooperatif," sebutnya.

Rini yang juga didampingi Tim Kuasa Hukum DPS lainnya, Ronald Reagen SH, saat mempertanyakan perkembangan perkara kliennya kepada penyidik.

Dirinya berharap perkara yang menimpa kliennya secepatnya bisa diselesaikan dan segera dilimpahkan ke pengadilan. "Ya kita berharap perkara ini cepat selesai dan segera dilimpahkan ke pengadilan agar klien kami mendapatkan keadilan hukum," tegasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Andi MA Mekuo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jum'at (9/8) kemaren membenarkan bahwa DHN tidak memenuhi panggilan penyidik yang sudah dijadwalkan pada hari kamis (8/8) kemaren.

Ketidak hadiran DHN  memenuhi panggilan pangilan penyidik menurut Andi M Mekuo, karena kuasa hukum yang akan mendampingi DHN  menghadap penyidik berhalangan, sehingga ia meminta jadwal ulang.

"Berdaaarkan surat yang disampaikan ke penyidik bahwa yang bersangkutan akan hadir memenuhi pangilan penyidik pada Selasa mendatang,"ujar A.M Mekuo.

Terkiat adanya desakan dari kuasa hukum DSP untuk menahan DHN karena dinilai tidak koorperatif, menurut Andi.Mekuo bahwa desakan dari kuasa hukum itu sah sah saja, tapi pihak kepolusian bekerja bukan atas desakan, tapi berdasarkan aturan.

"Kita akan melihat perkembanganya seperti apa kedepan, sebab sejuah ini ia dinilai masih koorperatif, ketidak hadiranya memenuhi panggilan penyidik kamis kemaren disampaikan secara  resmi melalui surat dengan alasan kuasa hukumnya berhalangan hadir dan berjanji memenuhi panggilan itu selasa depan,"tegasnya

Informasi sebelumnya, perkara dugaan pelecehan seksual yang menimpa korban DPS terjadi sekitar tahun 2017. Saat itu DPS masih bekerja sebagai Teller di kantor Cabang Pembantu bank salah satu BUMN itu di Aur Kuning Kota Bukittinggi yang  dipimpin DHN.

Tidak senang diperlakukan tak senonoh, DPS akhirnya melaporkan DHN ke Polres Bukittinggi guna ditindaklanjuti secara hukum. Pihak kepolisian menangani kasus tersebut berdasarkan laporan polisi nomor LP/86/K/IV/2019-SPKT Res-Bktg tertanggal 3 April 2019 tentang dugaan tindak pidana terhadap kesusilaan.

Setelah melalui proses penyidikan pihak kepolisian akhirnya  pihak kepolisian telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada korban DSP.

Surat dengan nomor SP2HP/100/V/2019/Reskrim yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Andi MA Mekuo menuliskan berdasarkan gelar perkara terhadap DHN sebagai terlapor, statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga telah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap tersangka DHN kepada pihak Kejaksaan Bukittinggi.

Terkait hal itu DHN yang dikonfirmasi dengan menghubungi nomor ponselnya sampai berita ini buat belum dapat jawaban. (gindo)

teks Foto : Dwi Setiarini SH. kuasa hukum DSP.