Mentawai Terus Berupaya Lepas dari Daerah Tertinggal

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Mentawai Terus Berupaya Lepas dari Daerah Tertinggal

Minggu, 11 Agustus 2019

Tuapejat, fajarsumbar.com - Kepulauan Mentawai merupakan satu dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, keberadaannya di pulau terluar dan terdepan, membuat daerah ini terus berpacu  untuk lepas dari status Daerah tertinggal.

Ditengah upaya mengenjot percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah setempat, ternyata masih banyak tantangan yang dihadapi.

Salah satu yang paling sulit dalam melaksanakan pembangunan dibidang infrastruktur adalah masalah  geografis salah satunya adalah sulitnya  akses membawa material bangunan, sehingga hal itu menjadi faktor tingginya biaya pembangunan di Kepulauan itu, bahkan mencapai 10 X lipat dari daratan kota padang.

Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake beberapa waktu lalu mengatakan untuk mengentaskan Kabupaten Kepulauan Mentawai dari daerah yang tertinggal harus ada sokongan  anggaran baik dari pusat maupun pemerintah provinsi.

" Kalau kita hanya mengandalkan APBD Mentawai untuk membangun terutama jalan trans Mentawai akan sulit, karena biaya pembangunan di Mentawai jauh lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya di daratan Sumatera Barat," tutur Wabup Mentawai.

Hingga akhir Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah berhasil membangun 234,80 Km dari yang ditargetkan sepanjang 393,20 Km, pembangunan itu dilakukan melalui anggaran Pusat, Provinsi dan Kabupaten, sehingga status jalannya juga menjadi tiga.

"Kita tetap optimis menyelesaikan proyek pembangunan jalan trans Mentawai, tentu secara bertahap kita harapkan juga bantuan anggaran dari pusat dan pemerintah Provinsi untuk menyelesaikan proyek jalan trans Mentawai," Kata Elfi Kadis PUPR Mentawai beberapa waktu lalu.

Listrik trik merupakan salah satu faktor penunjang pertumbuhan ekonomi Masyarakat setempat, dimana dengan adanya listrik akan tumbuh berbagai industri rumah tangga dan lain sebagainya. Sementara itu Rasio Desa (RD) Berlistrik di Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga akhir Tahun 2018 mencapai 60,47  Persen, dimana dari 341 Dusun dan 43 Desa yang ada di 10 Kecamatan yang tersebar di Kepulauan Mentawai, baru teraliri 26 Desa berlistrik PLN. Sementara 17 Desa lagi berlistrik Non PLN.

Hal itu dikatakan Manager PT. PLN (Persero) Rayon Tuapeijat Hendra Suhendri kepada Haluan beberapa waktu lalu, "Pihak PLN melalui program "Ekspedisi Mentawai Terang" bertekad untuk meningkatkan RD berlistrik di Mentawai menjadi 100 Persen. 

Dimana Tahun 2019 ini, pihak PLN menargetkan 8 Desa bisa terlistriki, dimana dua diantaranya sudah terlistriki yakni Desa Bosua dan Beriulou  pada akhir februari 2019 diresmikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar," paparnya.

Pemkab Mentawai juga bekerja sama dengan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendirikan Akademi Komunitas Mentawai (AKOM) dengan program studi budidaya perikanan dan program studi teknologi pangan.(st)