Pasar Malam di Lapangan Bola Nagari Gadut, Agam Ditolak Warga, Ini Alasannya

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Pasar Malam di Lapangan Bola Nagari Gadut, Agam Ditolak Warga, Ini Alasannya

Sabtu, 31 Agustus 2019
Wakil Ketua Komite SMPN 2 Tilatang Kamang H.YB Dt Majo Endah

Agam, fajarsumbar.com - Komite SMP Negeri 2 Tilatang Kamang Kabupaten Agam, menolak dilaksanakanya pasar malam di lapangan Bola Nagari Gadut yang direncanakan pada 6 September 2019 mendatang.

Penolakan itu dituangkan dalam surat No. 01/ KMT/SMPN-2/TK/VIII/2019 yang ditujukan kepada walinagari Gadut dan ditembuskan Bupati dan Kapolres Agam, Kapolres Bukittinggi dan sejumlah instansi terkait.

Dalam surat penolakan itu ditandatangani langsung Ketua Komite SMPN 2  Tilatang Kamang, A.DT.Nan Gagah, Wakil H.YB Dt Majo Endah, Sekretaris, Yetriwarti, serta diketahui oleh kepala SMPN 2 Tilatang Kamang.

Wakil Ketua Komite SMP 2 Tilatang Kamang, H.YB Dt Majo Endah kepada wartawan membenarkan bahwa komite SMPN 2 Tilatang Kamang sudah mengekuarkan surat penolakan kepada walinagari terkait dengan kegiatan pasar malam itu.

Menurut YB Dt Majo Endah, alasan dari komite menolak kegiatan pasar malam itu karena akan mengganggu proses belajar mengajar serta kosentrasi siswa yang baru beberapa bulan memasuki tahun ajaran baru dan dalam waktu dekat akan menghadapi mid semester 1 TP 2019/2020. Sebab lapangan bola itu posisinya berbatasan langsung dengan SMPN 2 Tilatang Kamang.

Selain itu juga akan mengganggu aktivitas siswa SD, SMP dan SMA dalam berolahraga serta aktivitas kepemudaan yang selama ini memakai dan memanfaatkan fasilitas lapangan secara kontinyu.

Selanjutnya secara keseluruhan akan merusak area lapangan bola selama diadakan pasar malam tersebut serta akan membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan kondisi lapangan bola seperti sediakala.

Sementara dalam waktu dekat ini juga akan dilaksanakan kegiatan Liga Nagari Cup se Kabupaten Agam yang tentunya dengan adanya kegiatan pasar malam itu dapat akan mengganggu iven olahraga tersebut.

Kemudian acara itu dikhawatirkan dapat menimbulkan maksiat, karena pada kegiatan pasar malam sebelumnya terdapat permainan judi di dalamnya.

"Kita khawatir dengan adanya kegiatan akan menimbulkan maksiat seperti judi di area pasar malam tersebut"ujar H.YB Dt Majo Endah yang juga ketua Forum Peduli Tanah Ulayat Nagari Gadut itu.

Menyikapi adanya surat penolakan dari Komite SMPN 2 Tilkam itu, walinagari Gadut Drs Masferiedi telah menangapinya melalui surat nomor 100/193/GD/VIII-2019 yang ditujukan kepada Ketua Komite SMPN 2 Tilkam.

Dalam surat tanggapan yang copynya diperoleh wartawan mengatakan bahwa walinagari telah merekomendasikan izin keramaian terhadap pasar malam itu..

Sesuai dengan persyaratan dan kelengkapn administrasi terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan itu, walinagari memohon kepada ketua komite untuk mencabut surat penolakan itu.

Terkait dengan surat tanggapan itu, walinagari Gadut Masferiedi belum dapat dikonfirmasi karena saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya tidak aktif.

Terpisah, Kasat Intel Polres Iptu Bobi Sandra ketika dikonfirmasi wartawan via selular mengatakan, sampai saat ini izin keramaian untuk acara itu belum dikeluarkan, namun surat permohonan telah diketahuinya.

"Saya telah membaca surat penolakan dari komite SMPN 2 Tilatang Kamang, kemudian datang lagi surat pencabutan penolakan dari Walinagari Gaduik, jika demikian ada permasalahan di tingkat masyarakat," terang Bobi.

Jika ada permasalahan di tengah masyarakat jelasnya, permohonan izin itu perlu dievaluasi, dan dianjurkan diselesaikan terlebih dulu ditingkat masyarakat.(gd)