Sempat Mangkir, Akhirnya Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Penuhi Panggilan Penyidik

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Sempat Mangkir, Akhirnya Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Penuhi Panggilan Penyidik

Selasa, 13 Agustus 2019
tersangka DHN didampingi kuasa hukumnya terlihat keluar dari makopolres Bukittinggi seusai menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik.

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Setelah sempat mangkir dari pangilan polisi,  akhirnya tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang  teller salah satu bank milik pemerintah di Aur Kuning datang memenuhi panggilan pihak Reskrim Polres Bukittinggi, Selasa (12/8).

Pantauan wartawan di Mapolres Bukittinggi Selasa (13/8/19) kedatangan  tersangka berinisial DHN (38) di Mapolres Bukittinggi turut didampinggi 2 orang pengacara, istri dan 2 orang saksi.

Tersangka diperiksa yang ke 4 kalinya  dipanggil untuk proses sidik melengkapi P19 di lantai 2 ruangan Reskrim, tersangka diperiksa selama 3 jam mulai dari pukul 10,00 WIB hingga pukul 13,00 WIB.

"Saya tidak bisa memberikan keterangan, tanya saja ke penyidik," kata tersangka kepada sejumlah wartawan di Mapolres Bukittinggi.

Informasi sebelumnya, perkara dugaan pelecehan seksual yang menimpa korban DPS terjadi sekitar tahun 2017. Saat itu DPS masih bekerja sebagai Teller di kantor Cabang Pembantu bank salah satu BUMN itu di Aur Kuning Kota Bukittinggi yang  dipimpin DHN.

Tidak senang diperlakukan tak senonoh, DPS akhirnya melaporkan DHN ke Polres Bukittinggi guna ditindaklanjuti secara hukum. Pihak kepolisian menangani kasus tersebut berdasarkan laporan polisi nomor LP/86/K/IV/2019-SPKT Res-Bktg tertanggal 3 April 2019 tentang dugaan tindak pidana terhadap kesusilaan.

Setelah melalui proses penyidikan pihak kepolisian telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada korban DSP.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Andi MA Mekuo melalui pesan Whatapp menuliskan, kasus itu sedang dalam proses melengkapi petunjuk dari JPU. setelah semuanya dirasa cukup untuk dikirim kembali berkas perkaranya.

"Setelah itu, menunggu petunjuk kembali atau apakah dapat dinyatakan telah lengkap oleh JPU kota bukittinggi," tulisnya.

Sementara kuasa hukum DSP,  Dwi Setiarini SH. mengharapkan satreskrim Polres Bukittinggi untuk segera melengkapi berkas perkara dugaan pelecehan seksual itu dan melimpahkanya ke Kejaksaan Negeri Bukittinggi agar P21.

"Kita juga berharap Satreskrim dapat menahan tersangka karena kita ketahui domisili tersangka itu sangat jauh," ujarnya. (gindo)