Akibat Angin Puting Beliung di Solsel Sebuah Rumah Gadang Rata dengan Tanah

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Akibat Angin Puting Beliung di Solsel Sebuah Rumah Gadang Rata dengan Tanah

Minggu, 08 September 2019
Hancur,sebuah rumah adat Rumah Gadang) dijorong Taratak Bukareh Nagari Luak Kapau,hancur dilanda bencana angin puting beliung.

Solsel, fajarsumbar.com - Satu unit rumah gadang milik kaum suku tigo lareh di Jorong Taratak bukareh, Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauh Duo ambruk ditimpa pohon yang tumbuh dibelakang rumah gadang tersebut.

Diana (55),  pemilik rumah gadang tersebut mengatakan, rumah gadang kaum miliknya ambruk di timpa empat pohon sekaligus. Pertama yang menimpa adalah pohon Kemiri, kemudian pohon kelapa, pohon karet dan dua batang pohon pinang.

Rumah gadang yang ambruk ditimpa pohon tersebut merupakan dampak dari hujan yang disertai angin kencang yang terjadi pada pada Jum,at, (6/9). Kemudian yang terdampak berat lagi adalah sebuah Mesjid di Nagari Kapau Alam Pauh Duo. Wabup Abdul Rahman yang ketika meninjau kerusakan Masjid tersebut langsung mengintruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel untuk segera memberikan bantuan atap seng, supaya Mesjid segera bisa dipakai sediakala oleh jemaah.

BPBD Solsel menyebutkan, sebanyak 85 kepala keluarga (KK) atau 353 jiwa terdampak oleh hujan yang disertai angin kencang.

"Setelah dilakukan inventarisasi ditemukan sebanyak 85 KK dengan jumlah jiwa 353 orang dengan estimasi kerugian mencapai 261.4 juta rupiah", Kata Sekretaris BPBD Solsel  Nanda Dicki Utama, Minggu, (8/9).

Kerugian itu imbuhnya, didapat dari 85 unit rumah yang rusak dengan rincian rusak ringan 77 unit, rusak sedang enam unit dan berat dua unit yang tersebar di tiga Nagari.

Ia menambahkan Nagari yang paling banyak terdampak yaitu Luak Kapau 38 unit, Kapau Alam Pauah Duo sebanyak 37 unit dan Pauah Duo Nan Batigo 10 unit.

"Di Pauah Duo Nan Batigo jumlah rumah terdampak sedikit tetapi kerugian yang ditimbulkannya lebih besar dari dua Nagari lainnya, karena terdapat dua unit Rumah rusak berat," ujarnya.

Ia melanjutkan saat ini bantuan yang paling dibutuhkan warga di lokasi bencana tersebut adalah bahan bangunan.

"Yang dibutuhkan masyarakat sembako, terpal, matras serta bahan Bangunan berupa seng, paku dan kayu untuk memperbaiki atap rumah mereka yang rusak", katanya. (Hendrivon)