Baku Mutu Udara di Solsel Diuji

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Baku Mutu Udara di Solsel Diuji

Selasa, 17 September 2019
Kabut asap yang sudah tidak layak lagi dikomsumsi oleh waega,swhingga qarga harus pakai masker kemana pergi.

Padang Aro, fajarsumbar.com - Menyikapi kasus kabut asap yang sudah menjadi kasus nasional dan sudah sangat merusak alam Solok Selatan,sampai hari ini. Selasa (17/9). Pihak Laboratorium Lingkungan Hidup di DPKPLH Kabupaten Solok Selatan masih melakukan pengujian baku mutu udara.

Kegiatan pengujian ini akan dilakukan setiap hari,sehingga warga Solok Selatan tidak ragu lagi untuk keluar rumah.

Demikian Sekrestari DPKPHL Solok Selatan Novi Hendrix,saat dikonfirmasi Media.Selasa (17/9) sore di Muaralabuh.Informasi kabut asao yang melanda wilayah Solok Selatan beberapa minggu terakhir ini diakui sangat tidak wajar lagi untuk dihirup.

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan oleh Laboratorium Lingkungan Hidup di DPKPLH Kab. Solok Selatan pada tanggal 11-14 September 2019 di 3 (tiga) lokasi didapat hasil pengujian dengan hasil sebagai berikut.Kecamatan Sungai Pagu, Nilai PM10 sebesar 16 µg/Nm3 dan TSP sebesar 118 µg/Nm3, untuk Kecamatan Sangir, Nilai PM10 sebesar 22 µg/Nm3 dan TSP sebesar 148 µg/Nm3,di Kecamatan Sangir Jujuan, Nilai PM10 sebesar 10 µg/Nm3 dan TSP sebesar 177 µg/Nm3.

Artinya, bahwa untuk PM10 di 3 (tiga) titik tersebut diatas masih berada pada nilai ambang baku mutu yang diperbolehkan dan di dalam standard ISPU masih kategori baik.

Sedangkan untuk TSP dari 3 (tiga) titik tersebut masih berada dibawah ambang baku mutu yang diperbolehkan namun dalam standard ISPU sudah mengganggu penglihatan.
  
Berdasarkan kondisi kabut asap yang semakin hari diperkirakan semakin meningkat, maka dihimbau kepada semua agar menggunakan masker dan kaca mata untuk pelindung,terutama bagi pengendara dan anak anak.

Salah seorang tokoh masyarakat nagari Koto Baru yang enggan namanya ditulis mereka sangat berharap kepada Pemda Solok Selatan,untuk lebih peduli dengan kondisi warga saat ini,diakui saja sudah hampir satu bulan lebih kasus kabut asap ini,belum ada pemda yang turun tangan,termasuk DPRDnya. (von)