Bupati Solok Bantah TdS Tanpa Melewati Danau Singkarak

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Bupati Solok Bantah TdS Tanpa Melewati Danau Singkarak

Selasa, 10 September 2019

Solok, fajarsumbar.com  - Simpang siur masalah pelaksanaan iven balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2019 yang konon tidak melewati rute Danau Singkarak karena permintaan bupati Solok, ditampik oleh pemerintah setempat.

Bupati Gusmal melalui Kepala Dinas Pariwisata, Nasripul  melalui telepon selulernya membantah kalau bupati yang meminta pemindahan rute TdS.  

“Tidak ada bupati meminta dipindahkan rute TdS. Yang benar itu,  kita meminta agar untuk lokasi star pada etape tertentu, diadakan di Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Arosuka. Itu tawaran kita agar  Arosuka lebih dikenal masyarakat luas,” kata Nasripul, Selasa (10/8).

Ditegaskan, bupati bukan minta agar jangan lewat Singkarak. Beliau cuma mengajukan supaya lokasi start ada di Arosuka. “Apalagi yang melakukan survey rute TdS ini tim UCI sepenuhnya. Setelah dilakukan surver dua kali, dari banyak pertimbangan, tim UCI mendukung usulan supaya Arosuka dijadikan lokasi star. Tetapi tidak berarti meninggalkan Singkarak sebagai rute TdS,” ulasnya.

Nasripul memaparkan  kronologis  survei yang dilakukan tim UCI (Union Ciclyste Internationale). Awalnya disarankan untuk mencari alternatif lokasi start pada etape TdS 2019 selain dermaga Singkarak. Karena berdasarkan indikator penilaian,  untuk lokasi dermaga Singkarak yang dilaksnakan setiap tahunnya, cenderung kurang representatif dari sisi estetika view. Baik untuk dokumentasi maupun dari sisi kelayakan daya tampung untuk parkir kendaraan dan kebutuhan acara pembukaan, seperti tenda, riging dan sebagainya, kurang memadai.

Berdasarkan kajian itu,  bersama tim UCI dicari alternatif yg dianggap layak untuk lokasi start. Selain ditawarkan jalan lurus depan kantor camat singkarak yang pernah dipakai sebagai lokasi finish TdS 2014 dan 2015, juga kawasan THKW Arosuka.

“Setelah dilakukan survei tergadap dua lokasi tersebut,  maka pilihan sementra ditetapkan THKW Arosuka sebagai lokasi start,” beber Nasripul.

Arosuka dianggap representatif baik dari sisi kelayakan dan estetika lokasi start. Tim UCI bahkan merekomendasikan Arosuka lokasi terbaik dari lokasi start didaerah lain yang telah disurvei sebelumnya.  

“Tetapi dengan rekomendasi itu bukan berarti meninggalkan Singkarak sebagai rute. Itu berbeda pengetiannya,” ulang Nasripul sebagaimana dikutip topsatu.com.

Hasil survey tersebut ditindaklanjuti dengan pertemuan dan surat menyurat antara tim UCI, Disparprov Sumbar dan Pemkab Solok,  dimana soal permintaan jalur untuk etape TdS start dilakukan di THKW Arosuka,  kemudian mengelilingi danau Singkarak terus ke arah Kubang Nan Duo, Sungai Na nam, Alahan Panjang dan terus ke Solsel. 

Tawaran ditindaklanjuti dengan survei lanjutan oleh tim UCI. Kemudian diperoleh hasil apabila melewati rute usulan dari pemkabk, jarak tempuh akan melebihi batas standar jarak per etape untuk balap sepeda dan dikhawatirkan akan banyak pembalap yang mengalami cidera sehingga tidak dapat  ikut untuk etape selanjutnya. 

“Berdasarkan hasil survei lanjutan, maka akan dipertimbangkan kembali rute etape TdS di Solok yang sesuai dengan lokasi start dan jarak yang pas, tetapi tidak meninggalkan identitas danau Singkarak,” balasnya.

Menurut dia, sejauh ini untuk lokasi start dan jarak yg ditempuh etape TdS masih terus berubah secara dinamis,  sampai dilaksanakan survei TdS ke-3 sekitar Oktober yang akan datang. “ Jadi ini belum final. Tempat star dan rute yang dilalui masih dinamis. Bahkan saat ini sedang berlangsung rakor pelaksanaan TdS 2019 di Emersia Hotel Batusangkar,” paparnya.

Sekjen DPP Solok Saiyo Sakato (S3)  Eddie Moeras menanggapi dan meluruskan keterangan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar. 

“Tidak benar rute TdS tidak melintasi kawasan Singkarak atas permintaan bupati,” katanya. (*)