Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Siswa SMA N 1 Padang Panjang

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Siswa SMA N 1 Padang Panjang

Senin, 16 September 2019
Bupati Irdinansyah Tarmizi di wawancarai siswa SMA N 1 Padang Panjang.( pghot : Humas TD)
Tanah Datar, fajarsumbar.com - Persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Keamanan selalu menjadi isu ataupun topik hangat untuk dibicarakan, namun hal itu bisa dijawab dengan berpedoman kepada Pancasila sebagai dasar negara, ataupun dalam ajaran agama Islam yang juga telah mengatur itu semua.
Ini diungkapkan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi saat menerima kunjungan 20 orang siswa SMA N 1 Padang Panjang dalam rangka wawancara tentang HAM dan Keamanan, Minggu (15/9/2019) di rumah dinas Indo Jolito Batusangkar.
Dalam Pancasila, terang Bupati, telah mencakup tentang HAM bagi rakyat Indonesia. “Sesuai sila dalam Pancasila, sila pertama mengatur tentang beragama, sila kedua tentang hak kemanusiaan dan begitu seterusnya sampai pada sila kelima, namun tentunya kita juga harus mengerti dan menyadari juga ada aturan-aturan yang harus ditaati agar jangan sampai kebablasan dengan atas namakan hak,” pesannya.
Kemudian menjawab pertanyaan siswa tentang langkah pemerintah daerah dalam menyikapi maraknya pelanggaran HAM dan Keamanan di tengah masyarakat, Irdinansyah menyampaikan ada beberapa langkah nyata yang telah dilakukan.
“Pemerintah daerah menekan pencegahan melalui program-program penguatan implementasi Adat Basandi Syara’ Syara’ Kitabullah kepada masyarakat seperti menyemarakkan kegiatan keagamaan dan melestarikan nilai adat dan budaya sementara untuk melindungi kehidupan masyarakat, pemerintah daerah beserta jajaran terkait, seperti Kepolisian, Kejaksaan sampai Pengadilan akan menindak tegas pelaku kejahatan dengan hukuman mungkin sesuai kesalahan dengan harapan munculnya efek jera atau takut agar masyarakat lainnya tidak berbuat kejahatan lagi,” katanya.
Kemudian, Bupati Irdinansyah juga sampaikan tanggapannya terhadap pelaksanaan HAM pada siswa di sekolah. “Dalam kasus ini tentu harus diperlukan kajian yang mendalam, namun sejatinya selagi guru memberikan hukuman wajar tidak berefek cidera hanya membuat efek jera atau tujuan mendidik bagi siswa yang memang bersalah, maka tentu juga butuh dukungan dan pemahaman orang tua untuk hal ini secara bersama-sama,” katanya.
Di akhir penyampaiannya Bupati Irdinansyah dengan rasa haru, berpesan kepada seluruh siswa untuk terus melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi. “Ananda semua merupakan siswa dan siswi Tanah Datar yang bersekolah di SMA N 1 Padang Panjang, teruskanlah belajar dengan giat raih cita-cita, apabila setelah lulus perguruan tinggi negeri, namun terkendala dana, Pemkab siap membantu walaupun ananda bersekolah tidak dalam wilayah Tanah Datar namun putra putri Tanah Datar tetap akan kita bantu,” tukas Bupati Irdinansyah
Sementara itu, Ummul Hakimi yang ditunjuk rekan-rekannya menyampaikan, kunjungan ke kediaman Bupati Tanah Datar karena tugas sekolah. “Terima kasih kepada Bapak atas kesediaan dan meluangkan untuk kami bertatap muka untuk laksanakan tugas sekolah, yakni wawancara terhadap pandangan Bapak terhadap HAM dan Kam,” katanya.
Suatu kebanggaan juga bagi kami, tambah Ummul, kami sebanyak 20 orang yang duduk di kelas XI tetap diterima bapak Bupati di tengah kessibukan. “Kami semua putra dan putri asli Tanah Datar yang sedang menuntut ilmu di SMA N 1 Padang Panjang, Alhamdulillah sambutan yang kami terima yang begitu hangat membuat kami bahagia, apalagi ada pesan agar kami jangan takut untuk sekolah lebih tinggi, beliau pasti akan mendukung. Kami do’a kan beliau sehat seperti sedia kala dan bisa menjalankan pemerintahan lagi,” pungkasnya. (adek)