Dinsos P3A Padang Pariaman Evaluasi Bantuan Pangan Non Tunai

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Dinsos P3A Padang Pariaman Evaluasi Bantuan Pangan Non Tunai

Jumat, 13 September 2019
.

IV Koto Aur Malintang, Fajar Sumbar.Com - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Padang Pariaman.

Monev BPNT yang dilaksanakan oleh Kabid Penanganan Fakir Miskin Emri Nurman didampingi oleh Afrizal selaku Kasi Bantuan Sosial, Arif Saputra selaku Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial.
Emri mengatakan tujuan Monev BPNT memastikan bahwa program BPNT yang sudah berjalan ini sesuai dengan harapan, tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah dan tepat administrasi untuk menuju masyarakat yang lebih sejahtera.

Monev BPNT, kata Emri, untuk meninjau kesiapan e-Warong di daerah sebagai salah satu Agen Bank untuk penyaluran BPNT tahun 2019 dan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan program BPNT yang sudah berjalan hingga menjadi lebih baik kedepannya.

"Alhamdulillah, menurut pengamatan kami, pelaksanaan BPNT sudah berjalan lancar. Masyarakat penerima bantuan sudah bertransaksi di e-Warong yang telah ditentukan," ujar Emri Nurman di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kamis (12/9).

Secara terpisah, Kepala DinsosP3A Hendra Aswara mengatakan  penerima BPNT sebanyak 19 ribu KK. Setiap penerima BPNT diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan diberi saldo 110 ribu per bulannya. Masyarakat bisa menukarkan dana tersebut dengan beras dan telur di e-Warong yang telah ditentukan.

"Kita siapkan 92 e-Warong yang tersebar di 17 Kecamatan. Masyarakat hanya menukarkan uang 110 ribu dengan beras dan telur. Tidak boleh dibelikan rokok atau mie instan dan lainnya," tegas Hendra.

Ia mengingatkan agar bantuan dapat digunakan dengan sebaik-sebaiknya guna menunjang kebutuhan keluarga dan mengurangi angka kemiskinan.

"Bantuan ini hanya untuk masyarakat miskin atau pra sejahtera. Artinya, bagi yang sudah mampu silahkan keluar sebagai penerima bantuan dan kita ganti dengan warga yang membutuhkan," sebut peraih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik tingkat Sumbar itu.

Bantuan Pangan Non Tunai merupakan Program Pemerintah Pusat yang diberikan secara langsung kepada masyarakat miskin Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik (kartu KKS).

"Hal itu hanya digunakan untuk membeli bahan pangan (beras dan telur) di Pedagang bahan pangan E-Warong yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah" ujarnya. (r/saco)