Harga Melorot, Petani Karet Solsel Menjerit, Pemerintah Diminta Naikkan Harga

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Harga Melorot, Petani Karet Solsel Menjerit, Pemerintah Diminta Naikkan Harga

Rabu, 04 September 2019
Salah seorang pedagang (Toke) karet Basri sedang menunggu petani penjual karet disalah satu perkebunan karet.

Solsel, fajarsumbar.com - Beberapa bulan yang lalu ada  isu akan naiknya harga karet dipasaran oleh sejumlah pakar ekonomi,namun isu tersebut tidak membuat para petani karet percaya begitu saja.

Buktinya hingga kini harga karet masih jauh dibawah standar,bahkan sudah banyak petani karet yang memangkas karetnya beralih tanamanya ke tanaman komoditi lainya.

Hasil pantauan Media dibeberapa daerah penghasil karet,seperti Nagari Kapau Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo,Solok Selatan,sejumlah petani karet sangat kecewa dengan harga karet sejak 2010 yang lalu.

Salah seorang petani Anto saat diwawancarai Media.Rabu (4/9) mengatakan.Kalau ada pekerjaan lain,lebih baik kita bekerja yang lain dari pada menakik karet,tidak sebanding harga jual dengan usaha dan susah banyak warga yang meninggalkan kebunya beralih usaha lain.

Sementara itu salah seorang pemasok ( Toke) karet Bakir 60 mengatakan.Saat ini harga karet bersih Saya yang berani membeli dengan harga Rp 7000 perkilo,bahkan di Muaralabuh ini Saya yang bertahan membeli karet.

Diakuinya memang swjak tahun 210 lalu harga karet sangat tidak menentu bahkan jauh dibawah harga normal,sehingga para petani banyak yang malas mengolah kebun karetnya.

Jujur saja untuk daerah Kapau Alam Pauh Duo ini mayoritas pwtani karet,dan diakuinya ekonomi masyarakat disini sangat tendah akibat harga karet jauh lebih murah.

Bisa dibayangkan saja bagi masyarakat yang ingin mencari kehidupan,jika karet mahal,ada pekerjaan proyek didepan matanya mereka malas untuk bekerja,tetapi jika harga karet murah,mereka tentuencari pekerjaan apa saja untuk menghidupi keluarganya.

Pasokan karetpun saat ini jauh berkurang,biasanya anak saya bisa mengirim karet empat mobil Colt Dieswl setiap minggunya,sekarang dua mobil saja susah.

Basri bersama petani lainya sangat berharap kepada pemerintah daerah dan pemerintah Pusat pada umumnya,agar segera memikirkan petani karet dengan menstabilkan kembali harga karet,karena di Solok Selatan ini umumnya lahan petani itu berisikan karet. (Hendrivon)