Hari Berkabung Nasional Wafatnya BJ. Habibie, Diknas Pessel Tetap Kibarkan Bendera Satu Tiang

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Hari Berkabung Nasional Wafatnya BJ. Habibie, Diknas Pessel Tetap Kibarkan Bendera Satu Tiang

Jumat, 13 September 2019

Pessel, FajarSumbar.com - Pemerintah menetapkan 12-14 September 2019 hari berkabung wafatnya mantan Presiden BJ. Habibie. Kementerian Sekretaris Negara mengimbau lewat Surat Edaran instansi dan rumah warga mengibarkan bendera setengah siang.

Namun, berbeda dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Instansi pemerintah daerah itu justeru menaikkan bendera satu tiang penuh, Jumat (13/9).

Kejanggalan itu sempat viral. "Entah lupa entah sengaja, disaat negara sdg berduka setelah kehilangan Bapak demokrasi Habibie, menteri sekretaris negara mewajibkan setiap kantor pemerintah dan rumah warga memasang bendera setengah tiang, lain dengan Dinas pendidika (pendidikan) memasang bendera penuh"

"Sengaja atau lupa???? Atau tdk (tidak) mengindahkan imbauan menteri???" ujar pemilik akun Facebook atas nama Indra Fanshuri, Jumat 13 September 2019.

Dalam imbauannya, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno lewat surat Nomor B-1010/M.Sesneg/Set/TU tentang Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional.

Surat itu ditujukan kepada para pimpinan lembaga negara, Gubernur Bank Indonesia, para menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, kepala daerah, hingga perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Surat edaran sudah jelas mengitruksikan. Dan aturan pengibaran bendera setengah tiang di Indonesia diatur dalam Pasal 12 ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Pantauan FajarSumbar.com di Painan, terlihat bendera merah putih dengan gagah berkibar setiang penuh di depan kantor Disdikbud, tak ada seorang petugas yang tau soal itu.

Terlihat juga sejumlah ASN hanya lalu lalang didepan kantor tersebut, sayangnya tidak ada satu orangpun yang peduli dengan soal bendera yang telah terpasang satu tiang penuh.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Zulkifli mengatakan, pihaknya tidak mungkin tidak tau atau petugas lupa atau disengaja.

"Tidak mungkin Dinas Pendidikan tidak tau atau mungkin petugas pemasangan benderanya yang tidak tau, "ujarnya.

Setelah dikonfirmasi kepada petugas, kata Zul, ternyata benar lupa dan bendera tersebut sudah dipasang setengah tiang kembali.

"Ya, benar petugas kita lupa dan benderah tersebut sudah dipasang setengah tiang kembali," tutupnya. (tsf)