Kabut Asap Makin Parah di Riau, Sekolah dan Kampus Diliburkan

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Kabut Asap Makin Parah di Riau, Sekolah dan Kampus Diliburkan

Jumat, 13 September 2019
.

Riau, fajarsumbar.com - Asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Pekanbaru. Setelah sekolah diliburkan, kini giliran kampus-kampus di Riau tidak melakukan aktivitas pendidikan.

Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (12/9), mengeluarkan surat keputusan untuk meliburkan mahasiswanya karena kondisi asap pekat. Surat keputusan meliburkan mahasiswa ini diteken Rektor UIR Prof. Dr. H. Syafrinaldi.

Dalam surat itu dijelaskan, sehubungan dengan bencana asap yang tebal di Kota Pekanbaru, bersama ini kegiatan perkuliahan diliburkan. Libur terhitung 13-14 September 2019. Hari libur ini juga berlaku untuk mahasiswa pascasarjana.

Dijelaskan dalam surat pengumuman itu, selama perkuliahan libur, kegiatan perkantoran tetap aktif seperti biasa.

Selain UIR, Universitas Riau (Unri) melakukan hal yang sama. Rektor Unri Prof. Dr. Sujianto mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan mahasiswanya.

Dalam suratnya dijelaskan, pihak kampus melihat perkembangan kualitas udara yang semakin buruk, sehingga kepada dekan dan direktur pascasarjana diputuskan meliburkan perkuliahan. Libur ini terhitung sejak Kamis, hingga Sabtu, 14 September 2019.

“Kami mulai hari ini kampus Unri sudah libur karena asap. Libur sampai akhir pekan. Sudah banyak mahasiswa yang kena sakit batuk dan sesak napas. Tadi kawan kami demo sampai pingsan karena asap,” kata Husin, salah seorang mahasiswa Unri dikutip detikcom.

Adapun Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengeluarkan instruksi diliburkannya aktivitas pendidikan dari 13 September hingga 16 September 2019. Surat edaran Universitas Muhammadiyah Riau itu diteken langsung oleh Wakil Rektor II Bakarudin.

“Sehubungan dengan bencana asap yang melanda kota Pekanbaru, maka dengan ini kami sampaikan bahwa seluruh kegiatan aktivitas sivitas akademika diliburkan,” demikian isi surat pemberitahuan Universitas Muhammadiyah Riau.

Sebelumnya, Pemkot Pekanbaru menginstruksikan SD dan SMP diliburkan karena kondisi asap pekat. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah maraknya desakan publik.
Pihak Dinas Pendidikan Pekanbaru juga berpesan agar anak-anak mengurangi aktivitas di luar ruangan selama libur. Diharapkan orang tua murid mengawasi anak-anaknya.(*)