Kabut Asap Makin Pekat, Walinagari Siguntur, Dharmasraya Bagi-bagi Masker

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Kabut Asap Makin Pekat, Walinagari Siguntur, Dharmasraya Bagi-bagi Masker

Rabu, 18 September 2019
.

Dharmasraya Fajarsumbar.com -- Ribuan Masker dibagikan oleh Wali Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat kepada warga ketika melintasi jalan didepan kantor Wali Nagari setempat Senin (16/9).

Pembagian masker gratis tersebut, dalam rangka peduli atas kesehatan masyarakat, atas bencana kabut asap melanda wilayah mekar itu  belakangan ini. Bahkan kabut asap tersebut sudah membuat hidung dan mata warga terasa perih. 

Menurut Wali Nagari Siguntur Aswat. SE. MM, saat membagikan masker menyebutkan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka peduli atas kesehatan warga. Sasaran pembagian masker penutup hidung dan mulut tersebut, meliputi warga melintasi jalan di depan kantor wali nagari.  Bahkan saat pembagian terlihat, warga sangat antusias untuk mendapatkan masker gratis diberikan oleh Wali Nqgari tersebut. 

Menurut Masni, 39 tahun, warga setempat memberikan apresiasi kepada pemerintah Nagari Siguntur, atas inisiasi memberikan bantuan masker gratis kepada warga, saat ini sedang dilanda bencana kabut asap. 

"Dalam kondisi sekarang, warga sangat membutuhkan masker, dikarenakan kabut asap semakin pekat. Bahkan sudah membuat hidung dan mata perih," sebut Masni. 

Ia juga menambahkan, pemimpin Lider seperti ini, sangat dibutuhkan warga. Karena bisa membaca kebutuhan dan kesulitan warga. Walaupun kegiatan ini, dianggap kecil tetapi memiliki dampak sangat besar. Sebagai dipahami bersama, bahwa kabut asap melanda wilayah Dharmasraya saat ini, sudah bisa dikatakan kronis. Pasalnya sudah membuat hidung, dan mata terasa perih, tambanhya. 

Secara terpisah Bupati Dharmasraya juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) 
Nomor :420/5188/Disdik-2019, tentang meliburkan proses belajar mengajar disatuan dinas pendidikan, untuk meliburkan anak sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA sederajat, mulai dari tanggal 17 sampai tanggal 19 September 2019. 

Kebijakan meliburkan anak sekolah diwilayah Dharmasraya sesuai dengan hasil pemantauan kualitas udara dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan pada beberapa titik, menunjukan kualitas udara dengan kategori sangat tidak sehat, bahkan bersampak terhadap peningkatan kasus ISPA. 

Adapun dalam waktu penetapan kondisi alam belum menunjukan angka normal, maka akan dilakukan pemberitahuan lebih lanjut. Sementara bagi para tenaga pengajar, yakni guru, tetap menjalankan tugas seperti biasa dengan menyelesaikan admisnistrasi, media pembelajaran lainnya.

Pihak sekolah menyampaikan kepada orang tua atau masyarakat agar dapat tetap
memaksimalkan putra-putrinya untuk belajar mandiri dirumah dan mengurangi
aktifitas diluar rumah serta memperhatikan kesehatan, agar memperbanyak konsumsi air mineral dan buah-buahan. (Syaiful Hanif)