Kejaksaan Pasbar Catat 13.663 Perkara Pelanggaran Lalin Sejak 2017

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Kejaksaan Pasbar Catat 13.663 Perkara Pelanggaran Lalin Sejak 2017

Minggu, 15 September 2019
Kasipidum Kajari Pasbar, Akhiruddin

Pasbar, fajarsumbar.com - Kejaksaan Negeri Pasaman Barat (Pasbar) mencatat ada sekitar 13.663 perkara pelanggaran lalulintas yang diputus sejak tahun 2017 di daerah itu.

Hal itu dikatakan oleh Kasi Pidum Kejaksaaan Negeri (Kajari) Pasbar, Akhiruddin, Minggu (15/9). Namun dari jumlah angka itu ada sebanyak 1.605 pelanggar belum membayar denda dan mengambil barang bukti," katanya.

Barang bukti yang belum diambil pelanggar terdiri dari, SIM, STNK dan BPKB. Akhiruddin menduga, fenomena ini barangkali disebabkan minimnya informasi pengurusan pelanggaran lalulintas yang didapat masyarakat.

Dijelaskan Akhiruddin, sekarang proses persidangan telah dipermudah, pelanggar tidak harus menghadiri sidang, namun bisa langsung ke Kajari Pasbar untuk bayar denda dan mengambil barang bukti," jelasnya.

Nominal besaran denda pun dapat dilihat di papan pengumuman Pengadilan Negeri Pasbar atau melalui kanal-kanal sosial media Kejaksaan Negeri Pasaman Barat. "Pelanggar, langsung saja datang ke Kajari Pasbar pada hari yang sudah ditetapkan dalam berkas tilang," ujarnya.

"Pelanggar hanya membayar sejumlah denda yang sudah diputus oleh Hakim tanpa ada tambahan biaya atau pungutan lainnya," katanya.

Tegas Akhiruddin, pengambilan barang bukti tilang itu sendiri juga sangat penting, mengingat batas waktu daluarsa menjalankan pidana pelanggaran lalu lintas hanya sampai 2 tahun (Pasal 84 ayat 2 KUHP).

Sambungnya, apabila telah lewat waktu, maka pihak Kajari Pasbar tidak bisa memberikan lagi Barang Bukti (BB) pelanggaran tilang kepada pelanggar karena Barang Bukti tersebut harus dimusnahkan," tegasnya.

"Kami meminta kepada masyarakat agar mengambil BB segera mungkin, sebelum melewati batas waktu daluarsa," pinta Akhir.(fn)