Leonardy Diminta Perjuangkan Rehab Panti Lansia Sicincin

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Leonardy Diminta Perjuangkan Rehab Panti Lansia Sicincin

Sabtu, 07 September 2019
Anggota DPD RI H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH memotivasi para lanjut usia yang menjadi warga binaan sosial Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu 7 September 2019.

Sicincin, fajarsumbar.com – Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin berharap mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk memperbaiki sarana dan prasarana di panti tersebut. Besaran nilai DAK mencapai Rp2,9 miliar.

“Kami sangat gembira atas kunjungan Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH ke tempat kami. Beliau yang biasa saya panggil abang sejak muda dulu, diharapkan dapat mendorong agar DAK untuk rehab wiswa, dapur dan aula bisa kami dapatkan,” ungkap Kepala UPTD PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin, Drs. Syahbana saat menyambut tamunya di Aula PSTW Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu 7 September 2019.

Dijelaskan Syahbana bahwa panti itu didirikan pada 1978. Terdiri dari 13 wisma yang berdiri di atas tanah seluas 11.720 m2. Ada taman seluas 450 m2.  Panti dilengkapi pula dengan tanah pekuburan seluas 544 m2.

Tiap wisma yang kini dihuni 110 warga binaan sosial lanjut usia, hendaknya mempunyai perlengkapan dan peralatan penunjang yang layak digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Diantaranya televisi, mesin cuci, peralatan dapur, setrika. Panti pun butuh organ tunggal dan soundsystemnya guna bimbingan kesenian bagi para lansia yang dilakukan dua kali seminggu.

“Anggaran yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut dari tahun ke tahun sehingga kondisi peralatan tersebut banyak yang rusak. Malah rusak berat,” urainya.

Bahkan beberapa bangunan di PSTW sudah mengalami kerusakan komponen bangunan dan degragasi karena penggunaan. Saat ini gedung tersebut butuh perawatan dan biayanya dinilai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbar masih dalam batas kewajaran sesuai persentase kerusakan bangunannya.

Menurut analisa PUPR, total anggaran yang dibutuhkan untuk rehabilitasi bangunan di PSTW adalah Rp8,064 miliar. Rinciannya: bangunan wisma tamu Rp517,28 juta, bangunan gedung dapur berukuran 5x10 meter senilai Rp286,83, dan bangunan aula beukuran 10x20 meter Rp7,206 miliar.

Pihak PUPR kata Syahbana, menyatakan guna keperluan proses selanjutnya dipersilakan  mempedomani Permen PUPR No.22 Tahun 2018 tentang Pedoman Bangunan Gedung Negara dan Perpres No.16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Kami berharap Bang Leonardy untuk turut mendorong agar panti kami mendapatkan DAK ini pada tahun 2020. Besar harapan kami, panti kami bisa direhab secepatnya. Minimal dana yang Rp2,9 miliar itu bisa kita manfaatkan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Leonardy mengatakan bahwa bangunan itu masih baik, lokasinya bagus. Tapi mengingat usia perlu untuk segera direhab. Dia meminta Syahbana untuk berupaya keras mendapatkan DAK itu.

“Dana yang Rp2,9 miliar ini harus bisa dimanfaatkan dulu untuk merehab bagian bangunan yang sesuai dengan anggaran tersebut. Sisanya kita upayakan lagi tahun berikutnya atau lewat pembiayaan lain. Kita dorong bersama-sama,” tegas Leonardy
.
Leonardy menilai, rehab gedung memang bagus dilaksanakan, tapi melihat dari banyaknya lansia yang memerlukan pembinaan seperti di PSTW Sabai Nan Aluih sebenarnya sudah mengharuskan kita untuk menambah kapasitas atau daya tampung panti.

Sebab bertambahnya angka harapan hidup orang Indonesia mengakibatkan makin banyak orang yang berusia lanjut. Ini butuh perhatian kita bersama.

Bagi para lansia potensial, tentu masih bisa menghidupi dirinya dengan ilmu dan keterampilan yang dipunyainya. Panti ini harusnya membina makin banyak lansia yang potensial.

Sebaliknya bagi lansia yang tidak potensial, maka perlu dipikirkan jaminan di hari tua mereka, apakah jaminan kesehatan maupun jaminan hidupnya.

“DPD bakal memperjuangkan perihal penyiapan lansia potensial ini dan peningkatan kesejahteraan bagi para lansia dalam perubahan undang-undang terhadap UU No.13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

Ini harus dilakukan bersama, karena kita bakalan tua juga nantinya,” tegas senator yang kembali terpilih sebagai Anggota DPD RI periode 2019-2024 itu disambut tepuk meriah.

Kepada warga binaan PSTW Sicincin, Leonardy mengingatkan agar para lansia yang jauh dari keluarga mereka untuk menjauhkan diri dari bermenung, rendah diri. Harus gembira.

Hidup teratur dan manfaatkan waktu untuk beribadah. Mulai dari bangun tidur pada dini hari mulailah dengan shalat tahajud, lanjut dengan shalat Subuh lalu pada pagi harinya shalat Dhuha.

“Pak Dafril yang pandai mengaji, hafal quran bahkan kata Pak Syahbana bisa pula menjadi khatib jumat diharapkan untuk mengingatkan rekan-rekannya untuk terus mendekatkan diri pada Allah,” ungkapnya.

Ingatkan teman-teman untuk mencari husnul khatimah yaitu meninggalkan dunia dengan ucapan terakhirnya laa ilaaha illallah.

“Untuk itu kita ajak Bapak/ibu untuk selalu melazimkan membacanya agar saat menutup usia nanti membaca laa ilaaha illallah. Mau khan bapak/ibuk? Tasbih yang dibagikan tadi untuk membantu dalam berzikir,” katanya. (*)