Lima Pelaku Pembakaran Hutan Diringkus Polres Solok Kota

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Lima Pelaku Pembakaran Hutan Diringkus Polres Solok Kota

Selasa, 17 September 2019
Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, dalam konferensi pers, Senin (16/9/2019)

Kota Solok, fajarsumbar.com - Sedikitnya lima terduga pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) berhasil diringkus jajaran Polres Solok Kota. Kelimanya tersebut mengaku orang suruhan dan dapat upah untuk membahar lahan 2 hektar yang diperuntukkan membuka lahan perkebunan.

Hal itu diakui Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, dalam konferensi pers, Senin (16/9/2019). "Kelima pelaku mengaku orang suruhan dan mendapatkan upah, untuk membakar lahan seluas dua hektare lebih, yang diperuntukkan untuk membuka lahan perkebunan," ujar Kapolres Dony Setiawan.

Salah satu pelaku Lukmi (65), yang diketahui warga Bekasi juga ikut diamankan sebagai orang yang menyuruh empat pelaku lainnya, untuk membakar lahan di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Menurut Dony Setiawan, penangkapan para pelaku berawal dari laporan polisi nomor : LP/246/IX/2019/Polres Solok Kota tanggal 14 September 2019 tentang dugaan tindak pidana melakukan kegiatan yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam, merambah hutan, membakar, menebang pohon dalam kawasan hutan.


.

Pelaku bernama Kodir (43), Yandi (22) yang merupakan warga Kabupaten Dharmasraya. Selanjutnya Dedek (47) warga Tanjung Harapan Kota Solok, dan Afmomen (25) warga Danau Kembar Kabupaten Solok.

Tambahnya Dony Setiawan ke empat pelaku ini mengaku disuruh oleh pelaku Lukmi yang merupakan warga Bekasi sebagai pemilik lahan, untuk melakukan pembakaran lahan dengan menggunakan korek api secara bergantian, dengan tujuan membuka lahan untuk pertanian.

Bahwa pembakaran yang dilakukan oleh kelima pelaku sehingga api menjadi tidak kendali  sehingga menyebar luar di sekitarnya pada Jum’at 13/9 siang  

Setelah melakukan pemadaman secara manual sambung Dony Setiawan, pelaku bersama dengan masyarakat berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, dan mendapatkan informasi bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan konservasi.

“Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, dilakukan penangkapan terhadap kelima tersangka, memasang police line atau garis polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan menyita barang bukti yang digunakan pelaku,” ungkapnya.

Dony Setiawan menjelaskan, beberapa barang bukti yang disita dari tangan pelaku, berupa empat unit mesin pemotong rumput berbagai merek, dua unit mesin pompa racun, dua unit mesin diesel listrik, gerobak, dirigen, mancis, serta ± 8 kubik kayu pinus sudah diolah.

Selanjutnya kelima pelaku dijerat  pasal 40 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya atau Pasal 78 ayat 2 ,3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan  atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UU RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Dalam konferensi pers ini, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan didampingi Waka Polres Kompol Dony Prayitno, Kasat Reskrim Defrianto, PJU Polres Solok Kota dan dihadiri Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSADA) Sumatera Barat Erly Sukrismanto, dan Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Sumatera Barat. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSADA) Sumatera Barat. Erly Sukrismanto,menyampaikan pembakaran hutan dan lahan oleh lima tersangka ini, melanggar pasal 40 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya.

Kemudian dengan sengaja memasuki kawasan hutan lindung dan konservasi saja itu adalah kesalahan, apalagi melakukan penebangan dan pembakaran hutan, intinya aktivitas mereka sudah melakukan pengrusakan, dalam proses hukumnya nanti pasal-pasal yang dilanggar itu juga akan dimasukkan dalam tuntutan.(bayu)