MAS Ulu Suliti, Solsel Butuh Perhatian Pemerintah, Siswa Shalat Berjemaah di Gubuk

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

MAS Ulu Suliti, Solsel Butuh Perhatian Pemerintah, Siswa Shalat Berjemaah di Gubuk

Jumat, 06 September 2019
Siswa MAS shalat zuhur berjamaah si sebuah gubuk. Minimnya perhatian pemerintah sehingga sekolah itu kekurangan sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan.

Solsel, fajarsumbar.com - Dunia pendidikan di Solok Selatan belum bisa dikatakan sudah mengalami kemajuan, bahkan pemda sendiri terkesan mengabaikan dunia pendidikan ditingkat Madrasah (Kemenag), apalagi berstatus swasta.

Jangankan untuk jajaran Kamenag jajaran Diknas saja masih ditemukan sejumlah sekolah yang masih amburadul, semisal di daerah pedalam Sangir Batang Hari dan lainya.

Lihat saja pemandangan yang sangat menyentuh perasaan Solok Selatan. KPGD pada umumnya, sebuah sekolah dijajaran Kementrian Agama Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ulu Suliti kondisi sekolah dan sarana prasarananya sangat memprihatinkan.

Ketika Media bertandang ke sekolah yang berada dipintu masuk Solok Selatan tepatnya Ulu Suliti, sejumlah siswanya melaksanakan shalat Zuhur berjemaah di sebuah gubuk. Mereka terpaksa melaksanakan kewajiban di atas sebuah gubuk bekas warung warga dengan barisan potongan potongan bambu yang beratapkan daun pohon kelapa, tanpa ada dinding pembatas.

Pihak sekolahpun memberikan nama sementara gubuk itu dengan Mushallah Ulul Albab. Belum lagi kondisi bangunan sekolah yang belum layak untuk sebuah sekolah tingkat Atas.

Kepala sekolah MAS Ulu Suliti Cecen Panansih.S.Ag saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Kamis (5/9) mengatakan. Sebenarnya malu melihat kondisi sekolah seperti ini, dan tidak ingin keterbatasan itu ini menjadi beban bagi semua.

Mendirikan sekolah MAS karena sebuah tuntutan untuk daerah yang jauh dari jangkauan pendidikan yang lebih layak.

"Awal mendirikan sekolah, banyak cacian dan larangan, namun demi anak anak kami yang jauh dari keteringgalan SDM, kami mampu mengatasi ketertinggalan itu," ujarnya.

Sejak didirikan delapan tahun yang lalu, berkat dorongan dan dukungan dari masyarakat dan pemuda, sekolah hingga tahun ini sudah banyak meraih prestasi, telah banyak melahirkan generasi muda yang handal.

Kepala sekolah dan muspida dengan latar belakang gubuk yang dijadikan mushalla siswa MAS Ulu Suliti

Siswa yang tamat di sekolah itu mereka harus mampu menguasai keterampilan khusus agama. Diantaranya, harus mampu hafal 3 juz, hafal 30 buah hadist, bisa melaksanakan shalat jenazah, mampu menjadi imam dan khatib pada hari jumat.

"Hanya saja sekolah kami belum memiliki sarana dan prasaran yang memadai seperti sekolah lainnya," katanya.

Sekolah ini baru memiliki dua ruang belajar, satu layak huni dan satu lagi belum layak huni. Ruang perkantoran masih bergabung dengan lokal yang lainnya, selain itu WC dan air bersih sangat dibutuhkan

"Alhamdulillah berkat bantuan bantuan para donatur, sekolah MAS Ulu Suliti ini sudah memiliki lahan dan bangunan sendiri, diakui juga bantuan dari pemerintah daerah belum pernah kami terima," ujarnya.

Sekolah itu sangat berharap kepada pemerintah daerah, provinsi dan pusat agar perhatikan. "Perhatikan pulallah sekolah kami ini, sekalipun berstatus swasta, tujuannyapun juga sama melahirkan putra terbaik, tutupnya. (Hendrivon)