Pemerintahan Nagari III Koto Aur Malintang Studi Tiru ke Kab. Solok, Ini yang Dilihat

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Pemerintahan Nagari III Koto Aur Malintang Studi Tiru ke Kab. Solok, Ini yang Dilihat

Kamis, 05 September 2019
.

Padang Pariaman, fajarsumbar.com - Sebanyak 50 orang dalam rombongan Pemerintahan Nagari III Koto Aur Malintang,  Kecamatan IV Koto Aur Malintang lakukan studi tiru mengunjungi objek wisata Bukik Cinangkek, Nagari Singkarak Kabupaten Solok Jumat (30/8 - 1/9). 

Audensi dengan  Wali Nagari Singkarak H.Arman, dibuka resmi oleh Anggota DPRD Padang Pariaman, Dewiwarman,SH,MH. Dalam sambutannya Dwiwarman  mengharapkan kepada Pemerintahan Nagari III Koto Aur Malintang,  Kecamatan IV Koto Aur Malintang, serta semua elemen masyarakat agar bahu membahu dan bersatu padu dalam membangun dan mengembangkan Bukit Bulek agar tumbuh dan berkembang menjadi sebuah objek wisata yang menarik, mempesona dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan nagari.

Dalam audensi itu, Arman, menyebutkan bahwa Bukik Cinangkiek, dikelola secara profesional oleh tokoh masyarakat Singkatan Capt.H.Eviardi Asda, mantan anggota DPR RI.

Pak Epiyardi  melibatkan anak nagari dalam mengelola objek Wisata Bukik Cinangkiek sehingga Nagari memperoleh hasil untuk menambah  Pendapatan Asli Nagari (PAN).

"Keberhasilan ini tak lepas dari peran semua lembaga nagari yang ada, Pemerintah Nagari dan Perangkat, Bamus Karang Taruna dan lain-lainnya," kata H.Arman.

Ia berharap kepada Pemerintahan Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, serta semua elemen masyarakat agar bahu membahu dan bersatu padu dalam membangun dan mengembangkan Bukit Bulek agar tumbuh dan berkembang menjadi sebuah objek wisata yang menarik, mempesona dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan nagari.

"Bukik Bulek itu bak intan berlian yang terpendam dan saya yakin kalau dikelola dan diurus dengan baik akan mampu mendatangkan income dalam jumlah besar untuk masyarakat dan daerah," kata Dewiwarman ketika membuka dengan resmi studi tiru Pemerintahan Nagari III Koto Aur Malintang ke Nagari Singkarak X Koto di Aula Resort Bukit Chinangkiek, Singkarak, Sabtu (31/8/2019).

Kegiatan studi tiru yang dipimpin Walinagari III Koto Aur Malintang, H. Azwar Mardin, didampingi Ketua Tim Penggerajlk PKK Reni Azwar, Ketua Bamus, Edi Yasmahadi dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Syafruddin, berlansung selama tiga hari, dari 30 Agustus - 1 September 2019.

Menurut Dewiwarman, pesona wisata yang dimiliki Nagari III Koto Aur Malintang sudah dikenal banyak orang dan sudah memboming sejak lama. Namun sayangnya karena berbagai faktor pesona tersebut kurang terperhatikan. "Tapi saya yakin dibawah kepemimpinan H. Azwar Mardin, Walinagari muda yang inovatif dan enerjik, pesona wisata Bukik Bulek bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Mari kita dukung program walinagari untuk mengembangkan nagari dan bukik bulek," kata dia.

Sementara itu, Wali Nagari III Koto Aur Malintang, Azwar Mardin mengatakan, studi tiru yang dilakukan pemerintahan nagari yang dipimpinnya, menggunakan anggaran nagari tahun 2019, dengan lama kegiatan tiga hari. 

Kegiatan tersebut diikuti walinagari dan staf, Tim Penggerak PKK, Bamus, LPM, Karang Taruna dan Walikorong. Sasaran utama dari kegiatan studi tiru adalah sektor pariwisata. "Kami ingin mengetahui bagaimana kiat dan strategi nagari dalam mengembangkan objek wisata Bukit Chinangkiek," kata Azwar Mardin

Sedangkan Walinagari Singkarak X Koto, Amran mengatakan, awalnya Bukit Chinangkiek hanyalah sebuah daerah perbukitan yang banyak ditumbuhi kayu-kayu liar. Namun sejak tiga tahun lalu kawasan Bukit Chinangkiek mulai dikembangkan oleh H. Epiyardi Asda, putera Singkarak yang saat itu menjadi anggota DPR-RI dari  PPP., kata H.Arman.

Sebelumnya Dwi Warman  menyebutkan,
"Bukik Bulek itu bak intan berlian yang terpendam dan saya yakin kalau dikelola dan diurus dengan baik akan mampu mendatangkan Pendapatan Asli untuk Nagari dan Daerah.," kata Dwiwarman.

Kegiatan studi tiru yang dipimpin Walinagari III Koto Aur Malintang, H. Azwar Mardin, didampingi Ketua Tim Penggerajlk PKK Reni Azwar, Ketua Bamus, Edi Yasmahadi dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Syafruddin, berlansung selama tiga hari.

Wali Nagari III Koto Aur Malintang, H.Azwar Mardin, menyebutkan, studi tiru yang dilakukan pemerintahan nagari yang dipimpinnya, menggunakan anggaran nagari tahun 2019, dengan lama kegiatan tiga hari. Kegiatan tersebutlah diikuti walinagari dan staf, Tim Penggerak PKK, Bamus, LPM, Karang Taruna dan Walikorong. 

Sasaran utama dari kegiatan studi tiru adalah sektor pariwisata. "Kami ingin mengetahui bagaimana kiat dan strategi nagari dalam mengembangkan objek wisata Bukit Chinangkiek," kata Azwar Mardin.

Apa yang dipaparkan Wali Nagari Singkarak, Kecamatan X Koto, H. Amran, merupakan masukan yang sangat berharga bagi Nagari III Koto Aur Malintang.

Menurut Dwiwarman, pesona wisata yang dimiliki Nagari III Koto Aur Malintang sudah dikenal banyak orang dan sudah memboming sejak lama. Namun sayangnya karena berbagai faktor pesona tersebut kurang terperhatikan. 

"Tapi saya yakin dibawah kepemimpinan H. Azwar Mardin, Walinagari muda yang inovatif dan enerjik, pesona wisata Bukik Bulek bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Mari kita dukung program walinagari untuk mengembangkan nagari dan bukik bulek," kata dia.

Study Tiru, tersebut di tutup oleh anggota DPRD Padang Pariaman lainnya, Zulefendi (Tene) Fraksi Demokrat.

Dalam sambutan penutupnya Tene, mengharapkan kepada pemerintah nagari untuk menerapkan hasil studi tiru di Bukik Cinangkiek  di Bukik Bulek sesuai kondisi yang ada.

"Bukik Bulek punya potensi untuk dikembangkan, hanya saja semua pihak harus punya komitmen sama termasuk pemerintah daerah." kata Tene.

Dikatakan Tene, untuk membenahi Bukik Bulek diperlukan anggaran yang tidak sedikit, diperlukan keterlibatan  investor, terutama perantau yang ingin negarinya maju.

"Wali Nagari punya keinginan dan visi yang jelas dalam mengangkat nagarinya, kini tinggal kita, perantau, pemerintah apakah kita mau bersama-sama untuk mendukung Pemerintah Nagari," kata Zulefendi, seakan bertanya  kepada semua pihak.

Nagari ini tidak akan pernah maju kalau kita tidak seiring sejalan satu keinginan.

Hilangkan semua perbedaan, dan saling curiga dan saling menyalahkan, mari kita seayun, selangkah membangun kampung halaman, tambah Tene lagi.(Edi)