Peringatan Tahun Baru Islam di Payakumbuh Semarak

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Peringatan Tahun Baru Islam di Payakumbuh Semarak

Rabu, 04 September 2019
.

Payakumbuh, fajarsumbar.com - Semarak peringatan Tahun Baru Islam 1441 H begitu terasa di Kota Payakumbuh. Sejumlah sekolah baik SD maupun SMP gelar berbagai kegiatan pergantian tahun kamariah itu. Salah satunya adalah SDIT IPHI Payakumbuh.

"Alhamdulillah, akhir pekan lalu kami menggelar tablig akbar gema Muharam, untuk penyambutan Tahun Baru Islam bersama Ustaz Asyam Hafizh, Lc dari Bukittinggi," ujar Kepala Sekolah SDIT IPHI Payakumbuh, Ustaz Nanda, Rabu (4/9).

Selain tablig akbar, SDIT IPHI juga menggelar pawai ta’aruf keliling Kota Payakumbuh yang mensyiarkan Gema Muharam dan menambah semarak suasana Tahun Baru Islam. Tak hanya sekolah setingkat SD, tingkat SMP di Payakumbuh juga menggelar tablig akbar.

SMP IT Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh juga menggelar Tablig Akbar Gema Muharam di kampus Insan Cenderung Mandiri (ICM), Koto Baru Payobasung, Payakumbuh Timur, Rabu (4/9). Tablig akbar disampaikan oleh pimpinan ICBS Payakumbuh, Ustaz Roni Patihan, Lc.

Dalam ceramahnya, Ustaz Roni menyampaikan nilai-nilai perjuangan Rasulullah SAW terutama pada momen hijrah ke Madinah. "Perjalanan hijrah Nabi SAW dan sahabat penuh dengan ujian dan rintangan. Ada beberapa kisah yang dapat kita jadikan pelajaran di situ seperti kisah Ali, Asma, Abdullah, Suraqah, dan lainnya," ujarnya.

Disampaikan Ustaz Roni, ada hikmah besar terkait peristiwa hijrah ini. Hikmah tersebut berkaitan dengan sejumlah pertanyaan, mengapa Rasulullah SAW mesti hijrah dan mengapa Rasulullah SAW tidak langsung saja diutus di Madinah?

"Karakter orang Mekah dan Madinah itu berbeda. Orang Mekah karena pedagang dan tinggal di lingkungan yang tandus cendrung berwatak kasar dan keras.

Orang Madinah sebagian besar adalah petani dengan lingkungan perkebunan, cenderung berwatak lembut dan berkata sopan. Lalu mengapa Rasulullah SAW tidak dilahirkan dan diutus di masyarakat Madinah yang lembut?" tutur Ustaz Roni sambil menggugah siswanya untuk berpikir.

"Di antara hikmahnya adalah, agar Rasulullah SAW belajar bersabar dengan umatnya, kuat dalam dakwah dan tegar. Hal ini terbukti Rasulullah SAW masih bisa bertahan sampai 13 tahun lamanya berdakwah di Makkah," tutur Ustaz Roni.

Menurut Alumni LIPIA Jakarta itu, karakter orang Madinah lebih mudah menerima Islam bahkan sanggup berkorban untuk Islam sehingga dari Madinahlah Islam menjadi kekuatan luar biasa yang bisa membuat sejarah.

"Itulah sebabnya Umar bin Khattab memilih peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW sebagai awal tahun Islam, karena semenjak hijrah Islam mengalami perkembangan pesat dari segi jumlah dan pengaruh," ucapnya.

Ustaz Roni mengimbau, agar para siswa dan guru ICBS menjadikan momen Tahun Baru Islam ini untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik. "Maka hijrah masa kini adalah hijrah ke arah yang lebih baik," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Agustion menyambut baik berbagai kegiatan sekolah dalam menyambut Tahun Baru Islam. "Semoga semakin mensyiarkan nilai-nilai pendidikan Islam terutama pendidikan akhlak mulia di Payakumbuh dan semoga kita bisa memaknai peristiwa hijrah Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sekarang," tuturnya.(ah)