Sumbar Butuh Bandara Alternatif

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Sumbar Butuh Bandara Alternatif

Rabu, 11 September 2019
Anggota DPD RI, DR.Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc, bersilaturrahim dengan pengurus PWI Sumbar di kantor PWI, Rabu (11/9/2019).


Padang, fajarsumbar.com Sumatera Barat (Sumbar) butuh bandara kedua sebagai alternatif mitigasi bencana. Bila terjadi musibah gempa dan tsunami Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang berada di bibir pantai dipastikan akan lumpuh.

Pemikiran itu dilontarkan anggota DPD RI, DR.Ir. Herman Darnel Ibrahim, M.Sc, saat bersilaturrahim dengan pengurus PWI Sumbar di kantor PWI, Rabu (11/9/2019).

Menurut senator yang berasal Payakumbuh tersebut, Sumbar memang telah memiliki bandara yang berkapasitas internasional (BIM) berada tidak jauh dari bibir pantai.

Namun dikhawatirkan, Sumbar yang terkenal dengan daerah 'super market' bencana, bila terjadi gempa dan diiringi stunami BIM yang berada di wilayah merah itu dikhawatirkan akan terkena dampaknya.

"Jadi Sumbar sudah membutuhkan bandara kedua sebagai alternatif, bila terjadi bencana gempa besar yang diiringi tsunami dikawatirkan daerah ini akan lumpuh," ujar mantan Direktur Transmisi dan Distribusi PT PLN dan Direktur PT Indonesia Power tersebut.

Silaturrahim HDI --panggilan akrab Herman Darnel Ibrahim--dengan PWI tersebut merupakan yang pertama kali selama jadi senator.

Hadir pada pertemuan tersebut selain Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus, juga dihadiri Ketua DKP, Dr.Ir.H. Basril Basyar, Sekretaris PWI, Widya Nafies dan beberapa pengurus lainnya, Sawir Pribadi, Nita Arifin, Rusdi Bais, Edi Jarot, Zulnadi, Guspen Khairul dan bebera pengurus lainnya.

Menurut HDI yang juga mantan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) tersebut, usulan tempat bandara alternatif tersebut berada di Sumbar bagian Utara. Seperti di Payakumbuh dan 50 Kota.

Persoalan tersebut, katanya sudah pernah dibicarakan dengan Bupati 50 Kota Irfendi Arbi, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi dan Walikota Padang Panjang Fadly Amran.

"Keempat kepala daerah, seperti 50 Kota, Payakumbuh, Tanah Datar dan Padang Panjang sudah pernah saya bicarakan, pada umumnya mereka menyetuinya," ujarnya.

Bandara alternatif tersebut, menurutnya, selain untuk antisipasi bila terjadi gempa dan tsunami tersebut, juga untuk menghindari kemacetan, terutama jalur di Padang Panjang dan Bukittinggi.

Setelah menyampaikan berbagai pemikiran untuk perkembangan Sumbar, Zulnadi salah seorang pengurus PWI minta pendapat kepada HDI siapa yang pantas memimpin Sumbar ke depan. "Warga Sumbar ini sudah cerdas memilih, mereka sudah pastikan pemimpin yang cerdas dan bisa membangun Sumbar ke depan," tambahnya.


Mengakhiri pertemuan tersebut, HDI memberikan beberapa buah buku kepada pengurus PWI yang merupakan buah pikirannya tentang energi nasional. Senator tersebut juga berencana akan menulis buku 50 hal yang perlu diperbaiki di Indonesia. (ab)