TdS 2019 pada Etape II Finish di Bukittinggi

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

TdS 2019 pada Etape II Finish di Bukittinggi

Senin, 16 September 2019
Kadis Pariwisata dan Olahraga, Bukittinggi Erwin Umar 

Bukittinggi fajarsumbar.com - Tour de Singkarak (TdS) 2019 pada etape kedua start di Pasaman dan finish di Bukittingi. 

Kadis Pariwisata dan Olahraga, Bukittinggi Erwin Umar di ruangan kerjanya menyebutkan, Buikittinggi sudah dua kali berturut-turut start, untuk kali ini mengambil finish. "Kali ini Bukittinggi fisinya, meski demikian kemeriahan TdS tidak akan berkurang. Finish akan dilakukan di Taman Jam Gadang,  akan dihibur dengan artis ibu kota," ujarnya.. 

Selama ini finish selalu di Lapangan Wirabraja (Kantin), sekarang dipindahkan ke Jam Gadang sebagai Ikon Bukittingi, sekaligus memperkenalkan kepada dunia Internasional. 

Tour de Singkarak yang sekarang ada dua daerah dari Jambi yang ikut berpartisipasi, Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh. 

Disana juga akan meriah, disebabkan mereka baru pertamakali ikut berpartisipasi pada iven Internasional ini. 

.Lebih lanjut kata Erwin Umar, menjawab tudingan miring ,kalau Tour de Singkarak cukup banyak menyedot anggaran dan apa untung bagi Bukittingi  ?

Sudah sebelas kali Tuor de Singkarak  , dari sebelas etape enam, tujuh malam peserta dan panitia menginap disini (Bukittingi) yang juga meningkat keuntungan bagi usaha masyarakat. 

Iven Internasional kali ini juga tidak lagi memakai dana pusat, kita di Bukittingi akan dibantu oleh BUMN dalam bentuk barang bukan dengan uang. Meriahnya acara ini tetgantung panitia, bagaimana panitia mengemas dsn menjual iven ini yang dapat menyedot pemgunjung untuk datang menyaksikan.

Kemudian pertanyaan, Iven Internasional apa yang bisa kita laksanakan  disini yang sekaligus promosi kepariwisataan Bukittingi khususnya dan Sumatera Barat Umumnya ke Dunia Internasional. 

Sekarang ini lama tinggal para turis manca negara hanya satu malam,  karena kalau hanya objek wisata yang ada disini satu hari cukup. 

Untungnya tetangga kita, seperti Kab Agam, Kab Tanah Datar, Kab Limapuluh Kota sudah mulai mengeliat membangun objek wisata baru. Wisatawan berangkat pagi, dan sore kembali menginap di Bukittingi. 

Pemerintah ingin menambah objek wisata, seperti pengembangan Panorama baru. Namun masaalah lahan belum menemukan titik temu,sementara untuk pemakaian dana pemerintah harus jelas status tanahnya. 

Seandainya masyarakat, ingin mengembangkan objek wisata dengan swadaya akan didukung oleh Pemda. Misalnya ada yang ingin mengembangkan Wisata berkuda di Ngarai Sianok. tentu akan lebih baik katanya. (gus)