TdS 2019 tak Lewati Danau Singkarak

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

TdS 2019 tak Lewati Danau Singkarak

Selasa, 10 September 2019
Peserta TdS saat melintasi Danau Singkarak pada tahun lalu. 

Padang, fajarsumbar.com - Tour de Singkarak (TdS) 2019 akan dilaksanakan November mendatang. Celaka duabelas, pada iven kali ini, para pebalap tidak lewat Danau Singkarak yang selama ini menjadi ikon kegiatan ini. Di lain pihak, para pebalap merambah ke Jambi.
Masyarakat Sumatera Barat, merasa kecewa dengan iven kali ini. Apalagi warga Solok yang ‘memiliki’ Singkarak lebih kecewa lagi. Namanya TdS, tapi Singkarak dilupakan. Sudah pasti, iven ini tak memerlukan branding Singkarak lagi.
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno yang ditanya tentang informasi ini justru mengatakan baru tahu. Ini terkesan Gubernur Sumbar tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan oleh pusat.
“Saya baru tahu dan saya akan pelajari dulu,” kata Irwan Prayitno, Senin ( 9/9) kepada Singgalang.
Tour de Singkarak adalah kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumatera Barat. Tahun ini sudah memasuki kali ke 11 penyelenggaraannya.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulvian, yang dihubungi via telepon genggamnya tadi malam mengatakan tidak masuknya kawasan Singkarak sebagai rute pada TdS tahun ini baru sebatas rencana. 
“Itu kan baru rencana. Kenapa harus berpolemik? Kami sekarang masih survei dan akan diputuskan bersama. Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Jika rencana itu terlaksana, kan tidak ada masalah. Yang penting kan masih dikerjan Pemprov Sumbar,” terang Oni sebagaimana dikutip topsatu.com.
Menurutnya, rencana untuk tidak melewati kawasan Singkarak saat ini  sudah masuk survei tahap dua. “Soal hasilnya saya belum dapat,” ujarnya.
Ia melanjutkan, jadi atau tidaknya TdS lewat Danau Singkarak nantinya akan melibatkan Pemerintah Tanah Datar dan Kabupaten Solok.
Kejuaraan yang pertamakali diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia pada 2009 ini merupakan balapan jalan raya jarak jauh yang umumnya diadakan sekitar April hingga Juni dan berlangsung selama seminggu. (*)