Tepis Isu Anti Islam, Buku "Keislaman Jokowi" Diluncurkan di Padang

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Tepis Isu Anti Islam, Buku "Keislaman Jokowi" Diluncurkan di Padang

Selasa, 17 September 2019
 Ketua Umum Masyarakat Madani Indonesia (KMMI), Ir. Hj. Chairum Rahmi memperagakan buku yang bakal diluncurkan di Pangeran Beach Hotel, Padang, Rabu (18/9/2019)

Padang, fajarsumbar.com - Jika tidak ada aral melintang, buku "Keislaman Jokowi" bakal diluncurkan di Pangeran Beach Hotel, Padang, Rabu (18/9/2019). Buku dengan tebal 163 halaman tersebut menceritakan bagaimana sebenarnya keislaman presiden ke-7 itu, sekaligus menepis isu dia anti Islam.

Peluncuran buku yang dikarang oleh Dr. Sri Yunanto dengan judul "Keislaman Jokowi" merupakan yang perdana. Selanjutkan buku itu bakal launching pula di Bogor, Lampung, Aceh, Madura dan Kota Medan. 

"Insya Allah jika tidak ada halangan besok -- Rabu 18 September --red -- buku Keislaman Jokowi ini diluncurkan di Pangeran Beach Hotel, Padang sekaligus menepis isu Bapak Jokowi ini anti Islam," jelas  Ketua Umum Masyarakat Madani Indonesia (KMMI), Ir. Hj. Chairum Rahmi yang menginisiasi peluncuran buku tersebut, Selasa (17/9/2019).

Menurut, Chairum yang berasal dari Bukittinggi dan tinggal di Bogor, buku itu dikarang oleh Dr. Sri Yunanto yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Pabelan, Magelang sangat menarik untuk dibaca. Masyarakat akan mengetahui bagaimana sosok Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan presiden terpilih yang ke-7 itu sebenarnya.

“Melalui buku ini kita tahu, bagaimana sebenarnya keislaman Jokowi, sehingga tidak ada lagi fitnah yang menyebutkan, Bapak Jokowi ini anti Islam, pendukung PKI, antek asing dan segala macam tuduhan lainnya,” kata Chairum yang juga alumnus Fakultas Pertanian Unand tersebut.

Buku itu juga sekaligus untuk menjawab keresahan warga, berbagai isu selalu menyelimuti Presiden Jokowi. Selain dikaitkan dengan PKI, keturunan Cina, anti-Islam dan belakangan muncul lagi pro-asing. Berbagai macam isu itu sering mengemuka di media sosial, lebih parahnya lagi, isu itu ditelan pula bulat-bulat oleh masyarakat. 

"Jadi buku ini bisa menjawab keresahan masyarakat bagaimana sebenarnya keislaman Pak Jokowi. Bapak presiden ini keturunan orang beragama Islam. Buku ini juga untuk menjaga keuntuhan negara," tambahnya seraya menyebutkan sebelumnya diluncurkan, buku itu sudah dibedah di berbagai daerah.

Buku yang setebal 163 halaman tersebut tergambar pengarang Sri Yunanto tergelitik untuk meneliti siapa Joko Widodo dan kemudian mendokumentasikannya dalam bentuk buku. Setelah mencermati cukup banyak serangan yang memojokkan Jokowi dengan pernyataan berstigma negatif.

Dalam buku itu menceritakan bagaimana figur Jokowi, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pengarang juga mencari testimoni pada orang-orang yang mengenal dekat Jokowi. Kesimpulan dalam buku tersebut, Jokowi lahir dalam keluarga muslim, gemar membangun silaturrahmi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat muslim.

Dalam buku menceritakan Jokowi adalah muslim yang taat dan selalu aktif mengikuti pelajaran di kelas pada saat pelajaran agama Islam. Beberapa teman SMA dan kuliah Jokowi dalam testimoninya juga menyebut, Jokowi adalah muslim yang taat.

Jokowi banyak membangun relasi dengan lembaga-lembaga Islam dan komunitas muslim, baik di dalam negeri dan di luar negeri, sehingga Jokowi kemudian mendapat penghargaan dan masuk dalam 500 tokoh muslim dunia. Keislaman Jokowi, sudah tidak perlu diragukan lagi.

Menurut Chairum, di tengah banyaknya yang menggoyang Presiden Jokowi dan keraguan tentang keislamannya, KMMI berinisiasi sekaligus berkewajiban memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi timbul fitnah di tengah-tengah masyarakat, bangsa Indonesia tidak terpecah belah.

“Kini sudah waktunya kita bersatu bergandeng tangan, membangun negara ini, sesuai potensi dan kemampuan masing-masing. Apalagi, tantangan bangsa ke depan makin berat, di tengah perubahan yang begitu cepat dan ketidakpastian ekonomi dunia saat ini," tambahnya.

Peluncuran buku itu bakal dihadiri 250 undangan. Terdiri dari tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, akademisi dan lainnya. Menurut rencana pada peluncurann buku itu juga bakal dihadiri Gubernur Irwan Prayitno dan Kapolda Sumbar Irjen Fahkrizal.(ab)