ACT Telah Pulangkan 213 Warga Pessel dari Wamena

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

ACT Telah Pulangkan 213 Warga Pessel dari Wamena

Sabtu, 05 Oktober 2019
.

Pessel, fajarsumbar.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga kini telah memulangkan sebanyak 213 perantau asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) usai tragedi berdarah di Wamena, Papua.

Kepaa Cabang ACT Sumatera Barat, Zeng Wellf, mengungukapkan, pemulangan pengungsi asal Minang itu telah berlangsung sejak Kamis, 3 Oktober 2019. 

"Berangkat dengan maskapai Ekspres Air," ungkapnya di sela-sela menerima kedatangan pengungsi di Kantor Camat Bayang di Pasar Baru, Jumat (4/10).

Seperti diberitakan Tagar sebelumnya, tercatat sebanyak 11 orang warga Kabupaten Pesisir Selatan yang jadi korban kerusuhan brutal di Wamena.

Dari jumlah itu, 9 orang dinyatakan tewas dan 2 orang lainnya mengalami luka-luka dan kini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, Jayawijaya.

Kendati begitu, tidak tertutup kemungkinan jumlah itu akan terus bertambah. Hingga kini jumlah perantau Minang yang ada di Papua yang masih terus mendaftarkan diri untuk pulang kampung.

Pada kesempatan itu, Pembina ACT M. Ikmam Akbari memyampaikan, pemulangan para perantau bukan eksodus. Namun sekedar pulang sementara, melepas rindu usai tragedi Wamena. 

Saat ini, ACT masih terus melakukan pelayanan seperti trauma healing, kesehatan dan memberikan bantuan makanan bagi seluruh pengungsi di Papua. 

"Jadi, ada hikmah yang kita ambil dari periatiwa itu adalah sesama perantau Minang di manapun berada menjadi semakin kompak," sebutnya. 

Secara terpisah, Sekretaris Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wamena, Novri Zendra mengungkapkan sampai, Jumat 3 Oktober 2019 tidak adalagi perantau Pessel di yang mendaftarkan diri untuk pulang kampung.

Ia berharap, pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam penanganan para perantau korban Wamena. Sebab, lebih dari 90 persen perantu Minang di Wamena merupakan warga Pessel.

"Tapi IKM melihat dari acara basidoncek (iuran) yang digelar di Hotel Balairung Jakarta, hanya Pemkab Pessel yany tidak terlihat," tutupnya. (tsf)