Aleg Sumbar Setuju Tolak Cakada Pemabuk, Pemadat, dan Pezina

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Aleg Sumbar Setuju Tolak Cakada Pemabuk, Pemadat, dan Pezina

Rabu, 09 Oktober 2019
M. Ridwan. ist
Padang, Fajarsumbar.com-Anggota DPRD Sumbar, Muhamad Ridwan mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum untuk merevisi Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2017 tentang syarat pencalonan kepala daerah. Dengan revisi tersebut akan tampil calon kepala daerah yang memiliki kridibilitas moral dan menjadi calon pemimpin yang baik.

KPU rencananya akan merevisi persyaratan pencalon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada serentak 2020 mendatang. Revisi itu terkait aturan calon walikota, bupati dan gubernur mesti tidak pernah melakukan perbuatan tercela. Secara lebih rinci perbuatan tercela meliputi; judi mabuk, pengguna narkoba alias pemadat dan pengedar dan pezina.

Menurut legislator muda bertalenta ini, Rabu (9/10), seorang calon pemimpin itu harus menjadi contoh yang baik. Perbuatan yang dilakukan pemimpin akan mudah untuk ditiru oleh orang yang dipimpinnya. "Kita lihat saja contoh Kepala daerah yang sering salat jamaah di masjid di lingkungan kantor, jamaah lebih ramai karena pegawai ikut membersamai. Berbeda dengan kepala daerah yang jarang salat jamaah," ujar Ridwan

Itu salah satu contoh bagaimana memberikan pengaruh kebaikan akan mudah bagi kepala daerah yang banyak melakukan hal yang baik.
"Dan saya yakin peraturan ini akan didukung oleh banyak pihak," tegas mantan Presiden Mahasiswa Universitas Andalas ini.

Penegasan dan pencantuman tentang tidak pernah melakukan perbuatan tercela menurut Ridwan seiring dengan dasar negara Pancasila, yaitu sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. "Jadi, bagi yang menolak itu sama saja menafikan nilai nilai luhur yang telah lama diwariskan oleh pendahulu kita," tambah Ridwan. (rizal)

#mridwan #cakada #pilkada2020