Ancaman Kabut Asap di Solsel, Sekolah Bakal Diliburkan, Sampel Udara Diuji

iklan halaman depan

Ancaman Kabut Asap di Solsel, Sekolah Bakal Diliburkan, Sampel Udara Diuji

Rabu, 16 Oktober 2019
Petugas pengujian kualitas udara Dinas Perumahsn,Kawasan Pemukiman Lingkungan Hidup Solsel,sedang melakukan pemgujisn udara,didampingi Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Murtamin. (Hendrivon/fajarsumbar.com)

Solsel, Fajarsumbar.com - Kabut asap di Solok Selatan (Solsel) pada Rabu (16/10) kian pekat dan mengkhawatiran dibandingkan kemarin, (15/10). Pelajar bakal diliburkan.

Sementara itu, dilakukan pengujian kualitas udara menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) yang dipasang di depan kantor bupati setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan Zulkatnain, Rabu (16/10) mengatakan untuk menghindari dampak negatif kabut asap yang kian tebal sehingga dilakukan koordinasi lintas OPD dan unsur pimpinan untuk pelajar melakukan belajar dirumah dan dikontrol orangtua murid, selama dua hari.

"Kami ingin menghindari dampak. Saat ini surat akan dilayangkan ke Sekolah - sekolah supaya pelajar bisa belajar dirumah selama dua hari Kamis - Jumat (17-18/9). Namun, kita masih menunggu instruksi pimpinan," katanya.

Menurutnya, apabila selama dua hari tersebut, kualitas udara masih mengkhawatiran maka kemungkinan bakal diperpanjang. "Tapi, jika udara sudah baik baru belajar normal di sekolah," katanya.

Ia mengatakan, kendati pelajar belajar dirumah harus dalam pengawasan wali murid. "Jangan dimanaatkan pula untuk beraktifias diluar ruangan. Ini harus jadi perhatian bersama untuk melarang anak kita bermain diluar ruangan," sebutnya.

Sementara, Dinas Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solsel melakukan uji kualitas udara guna mengetahui mutu udara. "Alat HVAS akan bekerja selama 24 jam dan dipasang di depan kantor bupati Solsel. Setelah itu baru di cek labor untuk mengetahui hasilnya," kata Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Murtamin. (Hendrivon/yuni)