Cegah DBD, Dinkes Sosialisasikan G1R1J

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Cegah DBD, Dinkes Sosialisasikan G1R1J

Selasa, 08 Oktober 2019

Tanah Datar, fajarsumbar.com- Guna mencegah terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melakukan Penggalangan Komitmen Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik bagi Kecamatan, UPT Puskesmas serta Pemerintah Nagari, Selasa (8/10/2019) di aula Kantor Bupati di Pagaruyung saat acara Sosialisasi Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
Kadis Kesehatan dr. Yesrita Zedrianis di kesempatan itu menyampaikan, dalam 2 tahun terakhir Tanah Datar masih mempunyai kasus DBD. “Tahun 2018 lalu ada 147 kasus, ada 1 pasien meninggal dunia di Kecamatan Lima Kaum. Sedangkan tahun 2019 ini pada kondisi September ada sekitar 97 kasus dan juga ada 1 meninggal dunia di Simawang,” sampainya.
Karena DBD disebabkan nyamuk Aedes Aegypti, tambah Yesrita, perlu dilakukan langkah untuk pemberantasan jentik nyamuk. “Di sinilah peranan Jumantik atau Juru Pemantau Jentik yang berasal dari sukarelawan untuk memantau keadaan perkembangan dan keberadaan jentik nyamuk serta meningkatkan kewaspadaan warga menghadapi wabah DBD, terutama di tempat-tempat yang mempunyai potensi genangan air, seperti ban bekas, kaleng atau lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Tanah Datar diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Mukhlis menghimbau masyarakat untuk lakukan PSN 3M Plus dalam pencegahan dan pemberantasan DBD. “PSN 3M Plus yakni menguras/membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain, kemudian Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lainnya, serta Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas agar tidak jadi sarang nyamuk serta ditambah dengan program G1R1J,” sampai Mukhlis.
Karena G1RIJ merupakan program bersifat sosial, sampai Mukhlis, diharap tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk sukseskan program ini. “Gerakan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih sehingga tercipta masyarakat yang sehat jauh dari DBD. Karena itu, butuh dukungan langsung dari pemerintah Kecamatan, pemerintahan nagari untuk sukseskan program ini, namun tentunya dengan berkoordinasi dengan dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya,” pungkasnya.(*/adek)