Defisit Transaksi Berjalan, Pemkab Pessel Tahun Ini Ciutkan Anggaran Dua Mega Proyek

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Defisit Transaksi Berjalan, Pemkab Pessel Tahun Ini Ciutkan Anggaran Dua Mega Proyek

Jumat, 04 Oktober 2019
Kepala Dinas Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah, Suhandri.

Pessel, fajarsumbar.com  - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memastikan dua mega proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak terlaksana tahun ini.

Kedua proyek itu antara lain pembangunan masjid terapung di kawasan wisata Pantai Carocok Painan dan kantor perwakilan di Kecamatan Basa IV Balai Tapan.

"Tetap dilaksanakan. Tapi dananya diperkecil. Ini sejalan defisit transaksi berjalan. Dia tahun jamak. Jadi tidak masalah," ungkap Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Suhandri pada wartawan, Kamis (3/10).

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tahun ini merencanakan pembangunan kantor perwakilan senilai Rp12 miliar di Kecamatan Basa IV Balai.

Selain itu, juga bakal membangun masjid terapung senilai Rp4 miliar. Selain kedua mega proyek itu, lanjut Suhandri defisit anggaran juga berdampak pada sejumlah kegiatan lainnya.

Sepanjang 2019, lanjutanya, terjadi defisit transaksi berjalan pemerintah daerah pada APBD induk yang mencapai Rp70 miliar lebih. Kemudian mengecil di perubahan anggaran, menjadi Rp13 miliar. 

"Namun setelah kami lakukan berbagai penyesuaian di sejumlah kegiatan, termasuk pembayaran kenaikan tunjangan pegawai. Kini tidak adalagi defisit," jelasnya.

Menurutnya, defisit terjadi karena estimasi penerimaan tidak sesuai dengan harapan, uatamanya pada pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Pada 2019, penerimaan DBH hanya Rp17 miliar, dari Rp21 miliar di tahun lalu. Selain itu, pada Triwulan III 2018, prediksi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) juga tidak sesuai target.

"Awalnya kami memprediksi Silpa mencapai Rp59 miliar. Karena di akhir tahun kami lihat masih banyak sisa anggaran," tutupnya. (tsf)