Disesalkan, Bantuan Modal Usaha untuk Jualan Rokok

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Disesalkan, Bantuan Modal Usaha untuk Jualan Rokok

Rabu, 16 Oktober 2019
Anggota DPRDSumbar, M. Ridwan. ist
Padang, Fajarsumbar.Com-Sudah bagus program pemerintah memberikan bantuan modal usaha bagi wanita rawan sosial ekonomi. Bantuan tersebut disalurkan melalui program yang dilaksanakan Dinas Sosial. Namun sayang, ada yang janggal pada program bantuan tersebut. Salah satu item dalam bantuan itu adalah untuk membeli rokok. Artinya, penerima bantuan didorong untuk berjualan rokok.

Hal itu disesalkan oleh Anggota DPTD Sumbar, Muhammad Ridwan. Menurut legislator muda ini, Rabu (16/10), adanya item rokok dalam bantuan modal usaha bagi wanita rawan sosial ekonomi sama saja menyuruh mereka berjualan rokok.

"Berdasarkan lembaran rencana usulan kebutuhan usaha bagi wanita rawan sosial ekonomi selain diberikan bantuan jualan berupa bahan kebutuhan pokok juga ada rokok. Ini sama artinya pemerintah mendorong warga untuk ikut berjualan rokok dan memfasilitasi orang merokok," ujar M. Ridwan.

Jelas Ridwan, kendati rokok adalah produk legal akan tetapi semua pihak sudah mengetahui bahayanya dan seharusnya pemerintah berperan meminimalkan dampak bukan ikut memberi bantuan modal usaha dalam bentuk rokok. "Bisa alasan dipilihnya rokok adalah permintaan tinggi dan banyak peminat. Akan tetapi, Dinas Sosial juga harus berpikir dampak kesehatannya," terang Ridwan.

Ridwan mengingatkan Dinas Sosial, bahwa di Sumbar juga sudah ada Perda tentang kawasan tanpa rokok. Di Kota Padang misalnya, sudah diterapkan pelarangan iklan rokok. Artinya jangan sampai semangat ini dicederai dengan memberikan bantuan rokok.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menyampaikan pada 2045 Indonesia akan menyambut bonus demografi saat usia produktif lebih banyak jumlahnya sehingga bangsa ini akan lebih maju. "Akan tetapi bonus demografi tersebut bisa batal jika kualitas generasi muda saat ini terpapar rokok sehingga kesehatannya tidak optimal," terang Ridwan.

Sebelumnya beredar lembaran rencana usulan kebutuhan usaha bagi wanita rawan sosial ekonomi, program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil,dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang digulirkan Dinas Sosial Sumbar untuk tahun 2019.

Dalam lembaran tersebut penerima bantuan mendapatkan bantuanjualan kebutuhan harian senilai Rp3 juta dengan perincian gula pasir 50 kilogram, minyak goreng kemasan dua liter tiga dus, tepung terigu dua karung, mie instan empat dus dan rokok tiga slof. (Rizal)

#mridwan #rokok #sesal #DPRDSumbar #bantuanmodal #DinasSosial