JR Solok Serahkan Santunan Bus Maut PMTOH, 2 dari 6 Korban Meninggal Warga Sijunjung

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

JR Solok Serahkan Santunan Bus Maut PMTOH, 2 dari 6 Korban Meninggal Warga Sijunjung

Kamis, 10 Oktober 2019
Kepala Perwakilan PT Jasa  Raharja Solok, Teguh Afrianto menyerahkan santunan kepada ahli waris korban kecelakaan bus maut PMTOH, Kamis (10/10/2019). Santunan diserahkan sekira pukul 09.30. (humas jr solok)

Padang, fajarsumbar.com - PT Jasa Raharja Sumatera Barat (Sumbar) melalui perwakilan Solok menyerahkan santunan kepada 2 dari 6 korban yang meninggal dunia (MD) akibat kecelakaan bus PO PMTOH  di jalan lintas di Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuasing, Rabu (9/10/2019) sekira pukul 11.45 WIB. 

PT Jasa Raharja Solok menyerahkan santunan kepada dua warga Sijunjung yang menjadi korban bus maut tersebut. Kedua korban yang meninggal itu, Muhammad Algazali (7) dan Pitra Yunita (34). Santunan diserahkan, Kamis (10/9/2019) sekira pukul 09.30 WIB.

Laka lantas Mercedesh Benz PO. PM.TOH dengan nomor polisi BL 7326 AL yang dikemudikan Indra Weli Saputra asal Aceh, tersebut out of control, sehingga terjadi kecelakaan. 

Akibatnya enam penumpang meninggal dunia, dua di antaranya warga Sijunjung. Sementara 9 penumpang lainnya luka berat dan ringan, termasuk sopir. Korban luka-luka kini yang dirawat di rumah sakit biayanya ditanggung PT Jasa Raharja masing-masing daerah maksimalnya Rp20 juta.

Kacab Jasa Raharja Sumbar yang diwakili Kepala Perwakilan Jasa Raharja Solok, Teguh Afriyanto langsung menyerahkan santunan kepada dua warga Sijunjung yang menjadi korban kecelakaan tersebut. 

Masing-masing korban meninggal dunia menerima santunan Rp50 juta  sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.15 tahun 2017. Santunan itu diantarkan ke alamat korban. Santunan korban atas nama Muhammad Algazali (7) dan Pitra Yunita (34) diterima ahli warisnya Erisman yang merupakan suami dari Pitra Yunita dan bapak dari M. Algazali.

Teguh mengimbau, para pengemudi angkutan umum lebih berhati-hati berkendara, selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya. Pemilik angkutan umum juga diimbau senantiasa tertib melakukan kewajibannya menyetorkan iuran wajibnya ke PT Jasa Raharja, agar memperoleh perlindungan dasar serta kepastian jaminan bagi para penumpangnya. 

Iuran yang disetorkan merupakan amanah dari para penumpang yang membayarkan asuransinya bersamaan dengan ongkos angkutan umum. PT Jasa Raharja memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat berdasarkan Undang-Undang No. 33 Tahun 1964.

Kronologis kejadian
Rabu (9/102019) sekira pukul 11.45 WIB di Jalan Lintas Pekanbaru – Kiliran Jao Via Teluk Kuantan Bukit Betabuh, Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi terjadi lakalantas bus PO.PM.TOH dengan nomor polisi BL 7326 AL.

Bus tersebut dari arah Kiliran Jao menuju Teluk Kuantan diduga hilang kendali di jalan tikungan dan turunan. Saat melintasi daerah Bukit Betabuh dengan kondisi jalan turunan dan banyak kelokan tiba-tiba rem mobil blong, dan sempat menabrak truk bermuatan batu bara. Akibat dari peristiwa tersebut, 6 korban jiwa dan 9 lainnya luka-luka. Dari enam korban meninggal dunia dua di antaranya warga Sijunjung.

Mereka yang jadi korban dari mobil maut tersebut, Padli luka ringan (LR) asal Riau, Ridwan meninggal dunia (MD) asal Banten, Fauzan (30/ MD) asal Aceh, Indra Weli (50/LL) Aceh, Musliadi (20/LL) Aceh, Zulkarnaen (35/LL) Aceh, Maksal Minal (19/LL) Aceh.

Dari Sumatera Utara korbannnya, Yugianti (50/MD), MustahIt (51/LL), Martin (23/LL) Tebing Tinggi, Samin (LL) Tebing Tinggi, Nurul Safitri (19/LL) Medan. Siti Nyaminah (50/MD), Wiwik Sujiana (23/LL) keduanya dari Lampung. Dua korban meninggal dari Kabupaten Sijunjung, Muhammad Algazali (7) dan Pitra Yunita (34).(ab)