Kapolres Agam : Jangan Biarkan Anak Bawa Kendaraan Sendiri

iklan halaman depan

Kapolres Agam : Jangan Biarkan Anak Bawa Kendaraan Sendiri

Minggu, 27 Oktober 2019
(topsatu.com)


Agam, fajarsumbar.com - Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan meminta kepada para orang tua, yang anaknya duduk  di tingkat SLTP dan SLTA tidak membiarkan mereka membawa kendaraan sendiri. Anak disarakan diantar para orangtua.

“Pada dasarnya, emosional mereka belum stabil dan berpotensi besar terjadinya kecelakaan di jalan raya, “kata Dwi Nur Setiawan, Sabtu (26/10) sebagaimana dikutip topsatu.com.

Pro aktif orang tua sangat diharapkan dalam mengantar anaknya ke sekolah, supaya terhindar dari kecelakaan nanti.

Menurutnya, membiarkan mereka membawa kendaraan sebelum berhak mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) samalah halnya mendorong mereka mendapat hal tidak diinginkan.

Apalagi pada saat ini jajaran Polres Agam dan daerah lainnya melaksanakan Razia Operasi Zebra Singgalang 2019.

“Kita siap menindak pengguna jalan raya jika ditemukan melakukan pelanggaran lalu lintas selama masa Operasi Zebra Singgalang 2019, yaitu sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019,”katanya.

Siapa pun warga atau pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, “katanya.

Sikap tidak pandang bulu tersebut dalam menertibkan pengguna jalan tersebut dalam upaya meningkatkan keamanan di jalan raya. Sebab setiap terjadinya kecelakaan didasarkan pada aksi pelanggaran yang dilakukan pengguna kendaraan bermotor.

Karena itu, melalui sebanyak 35 personil Polisi Lalu Lintas yang diturunkan ke sejumlah titik jalan di wilayah hukum Polres Agam siap menjalankan tugas dengan sebaik baiknya.

“Bagi pelaku pelanggaran lalu lintas akan ditindak sesuai hukum yang berlaku, dan bahkan akan dilakukan sidang di tempat yang melibatkan Pihak Kejaksaan dan Pengadilan Negeri bersama Jajaran Polres Agam, “katanya.

Selama operasi zebra, pihaknya lebih memprioritaskan penindakan yang mencapai 80 persen, 10 persen tindakan preentif dan 10 persen tindakan preventif. Selain itu juga disampaikan, sesuai data yang ada tingkat pelanggaran mencapai 466 kasus pada tahun 2017 dan tahun 2018 sebanyak 603 kasus.

Diharapkan dengan adanya operasi ini tingkat kesadaran masyarakat, khususnya pengguna jalan semakin meningkat dan angka kecelakaan juga semakin menurun dari tahun ke tahun. (*)