Lagi, 70 Perantau Minang di Papua Mendarat di BIM

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Lagi, 70 Perantau Minang di Papua Mendarat di BIM

Selasa, 08 Oktober 2019
Perantau Minang di  Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua secara bergelombang terus berdatangan di Bandara Internasional Minangkabau. Senin (7/10), sebanyak 70 orang lagi tiba di kampung halaman setelah diterbangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan dari Papua ke Makassar, mereka menggunakan kapal laut. (givo alputra)

Padang, fajarsumbar.com- Sebanyak 70 orang Minang korban kerusuhan Wamena, Papua, mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (7/10). Ke-70 korban kerusuhan Wamena itu mendarat sekitar pukul 17.00, menggunakan Lion Air. 

Dewan Penasihat Ikatan Perantau Minang (IKM) Makassar, Sulawesi Selatan, Muchlis Muhammad Nur, mengatakan, 70 orang itu diberangkatkan dengan empat keberangkatan dari Makassar. Sementara dari Jakarta menuju Padang diberangkatkan menjadi tiga kali keberangkatan.

“Ada tiga kedatangan perantau Minang dan semua yang berangkat menggunakan kapal laut dari Papua menuju Makassar lalu dilanjutkan naik pesawat menuju Sumbar, dan sekarang sudah sampai di Padang,” kata dia sebagaimana dikutip topsatu.com

Ke-70 perantau Minang itu merupakan bagian dari 139 orang yang diberangkatkan dari Papua. Sebelumnya sebanyak 69 orang telah sampai di Padang pada Minggu (6/10). “Kemarin sebanyak 69 orang dan hari ini 70 orang, jadi semuanya 139 orang sudah sampai dengan selamat di Ranah Minang,” lanjutnya.

Dari Bandara Internasional Minangkabau, para korban tragedi Wamena itu langsung diantar menuju kampung halaman masing masing. “Semua saudara-saudara perantau dari Papua yang menggunakan kapal sudah sampai di Padang semuanya dan semuanya dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Menurut Muchlis, meski sudah tiba di Padang, masih ada barang-barang perantau yang akan diberangkatkan Selasa (8/10) ini. 

Ia juga mengatakan, masih ada perantau Minang dari Papua yang menggunakan kapal laut dan singgah  di Makassar. Terkait itu, IKM Makassar akan membantu untuk kepulangan. (gv/mat)