Melalui Teaching Factory, Siswa SMK SMTI Padang Lahirkan Produk Sekelas Industri

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Melalui Teaching Factory, Siswa SMK SMTI Padang Lahirkan Produk Sekelas Industri

Senin, 14 Oktober 2019
Kepala Sekolah SMK SMTI Padang Zulhaida didampingi Hj.Sri Utami Harsanti selaku ketua Teaching Faktory dan siswa SMTI memperagakan sertifikat halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk produk yang dikembangkan di sekolah tersebut.

Padang, fajarsumbar.com - Siswa SMK SMTI Padang berhasil melahirkan produk-produk inovatif yang layak dikembangkan secara industri. Salah satu produknya yaitu minyak kelapa VCO yang telah mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI No: LP.POM-MUI 13060021020619.

Kepala SMK SMTI Padang, Dra. Zulhaida, M.Pd., mengungkapkan, selain produk dari olahan kelapa ada beberapa produk lainnya berupa ekstrak atsiri. 
Biasanya selalu dipamerkan dalam pameran - pameran sains.

"Baru-baru ini, semua produk siswa dipamerkan dalam Gebyar Pendidikan Sumatera Barat 2019. Stand SMTI banyak mendapat kunjungan dan berhasil meraih Juara III untuk kategori Stand Karya Inovasi Unggulan Siswa SMA dan SMK Bidang  Sains," kata Zulhaida saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/10/2019).

Menurut Zulhaida, SMK SMTI Padang yang merupakan unit pendidikan di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian tidak hanya menghasilkan siswa yang siap pakai, tetapi juga mendidik siswa untuk mampu merancang masa depannya sendiri. Mereka dibekali dengan pendidikan kewirausahaan yang mampu melahirkan karya berupa produk yang bisa dikembangkan di dunia industri.

"Di samping dipersiapkan sebagai SDM industri yang andal, siswa SMK SMTI Padang juga melahirkan karya berupa produk inovasi yang bisa dikembangkan di dunia industri," jelas Zulhaida.

Kepala SMK SMTI Padang  berharap ke depan terwujud kerja sama dengan Industri Kecil Menengah (IKM) dalam pengembangan produk siswa. Produk tersebut agar dapat diproduksi lebih masif sesuai standardisasi yang ditentukan, kemudian didistribusikan ke pasaran.

"Bila kerja sama dengan IKM terwujud dalam produksi dan pemasaran, tentu ke depan bisa menembus industri besar. Ini sesuai program Kemenperin mewujudkan link and match dalam pendidikan vokasi industri. Bukan saja mencetak tenaga industri tetapi juga karya dari SDM-nya," ulas Zulhaida.

Sementara itu, Hj. Sri Utami Harsanti, S.TP., M.Si., selaku Ketua Teaching Factory di sekolah yang berlamat di Jl. Ir. H. Juanda No.2 Padang ini menyebutkan, siswa di bawah bimbingannya terus dimotivasi agar inovatif dan kreatif sehingga melalui kegiatan teaching factory tersebut siswa mampu melahirkan karya ilmiah yang bermanfaat. 

"Kegiatan teaching factory ini untuk membimbing siswa dalam menghasilkan karya ilmiah berupa produk dari olahan unggulan. Saat ini SMK SMTI Padang fokus pada pengolahan produk berbasis Teknologi Pengolahan Kelapa dan Teknologi Minyak Atsiri," tukasnya.(ab)