Nasib Guru Honorer, Bertahun-tahun Mengabdi Hanya Terima Rp75 Ribu Sebulan

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Nasib Guru Honorer, Bertahun-tahun Mengabdi Hanya Terima Rp75 Ribu Sebulan

Kamis, 10 Oktober 2019
Sejumlah tenaga pengajar di SMPN 35 Solok Selatan,berharap adanya peningkatan pendapatan mereka.

Solsel, fajarsumbat.com
- Sejumlah tenaga pengajar di SMPN 35 Solok Selatan mengeluh, pasalnya mereka sudah bertahun mengabdi pada sekolah tersebut jasanya tidak dihargai layaknya UMR.


Pasalnya mereka memberikan ilmu pendidikan tanpa pamrih layaknya seorang ASN,guru guru hanya menerima gaji dari dana bos 75 ribu perbulan.

Hasil pantauan Fajatsumbar disekolah SMPN 35 Solok Selatan yang berada dipintu masuk Kabupaten Sarantau Sasurambi dua hari lalu itu sungguh sangat menyedihkan.

Setidaknya ada sebanyak sepuluh orang tenaga honorer yang mengabdi disekolah itu menerima jasanya tidak layak diterimanya,dan kompesasi itupun diambilkan dari dana bos sekolah.

Bayangkan mereka hanya menerima upah mengajar satu jam dihargai Rp 4000 dan menerima gajipun sekali tiga bulan

Kepala sekolah SMPN 35 Jhon Hardi kepada fajarsumbar mengatakan,pihaknya mengakui ada sejumlah guru yang sampai saat ini masih menerima uang lelahnya mengajar tidak sesuai lagi dengan UMR.

Jhon Hardi juga menambahkan sebanyak sepuluh orang guru honor itu sudah mengabdi sejak tahun 2010. 

"Kita juga kasihan disaat mereka menerima gaji hanya Rp 75 ribu per bulan, dengan rasa kemanusian pihak sekolah  berkeinginan untuk memberikan tambahan gaji mereka,namun kita diikat dengan aturan,swkolah hanya menerima dana bos hanya sebanyak 60 juta. Mau ditambah kita diikat dengan aturan, tidak ditambah kasihan juga pendapatan mereka tidak sebanding dengan ilmu yang mereka berikan," katanya.

"Harapan kami kepada pemerintah daerah,kami tidak meminta pembangunan,namun kami minta tambahan guru PNS dan pemda bisa menganggarkan gaji guru honor itu Boswasda," harapnya.

Salah seorang tenaga pengajar honorer yang enggan ditulis namanya saat dikonfirmasi mengatakan.Dieinya sudah bertahun mengabdi disekolah ini,namun gaji yang diterimanya tidak sebanding dengan tugas berat yang diembannya.

"Saya akui guru honorer itu memang tidak dibutuhkan,nun kami ingin juga mengabdi dan i gin juga dihargai." Ucapnya.

Tugas kami para guru honorer itu melebihi tanggung jawab dari seorang ASN,bayangkan kami harus datang lebih awal kesekolah pulangpun paling belakangan,namun itu tidak kami permasalhkan.

"Harapan kami mohonlah diperhatikan juga kami kami ini." Katanya sedih. (Hendrivon)