Open Race Pacu Kuda dan Alek Nagari Tahun 2019 Digelar

iklan halaman depan

Open Race Pacu Kuda dan Alek Nagari Tahun 2019 Digelar

Kamis, 24 Oktober 2019


Padang Panjang, fajarsumbar.com-Kegiatan yang sudah lama sekali ditunggu oleh masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya, lahir dari keinginan masyarakat untuk kembali menyaksikan Alek Nagari Pacu Kuda di Padang Panjang.

Walikota Padang Panjang Fadly Amran berharap Open Race Pacu Kuda dan Alek Nagari ini berdampak pada perekonomian masyarakat dan pengembangan budaya, kesenian dan tradisional alek nagari.

" Selain sebagai bentuk menjalin silaturahmi antara masyarakat pencinta olahraga berkuda, juga diharapkan ada multiefek perekonomian," ujar Walikota Fadly Amran pada konferensi pers, Kamis (24/10) di Aula DP2KAD setempat.

Walikota Fadly Amran menghimbau kepada masyarakat untuk ikut memeriahkan Alek Nagari tersebut dengan datang beramai-ramai pada hari Minggu - Senin (27-28/10) karena pengunjung tidak dipungut bayaran.

" Dihimbau kepada masyarakat untuk ikut memeriahkan dan menyaksikannya beramai-ramai," ujar Fadly Amran didampingi Sekdako Sonny Budaya Putera dan Plt Kadis Kominfo Ampera Salim.

Diakui Fadly Amran, berkat kerja keras semua elemen, akhirnya setelah 4 tahun vakum Alek Nagari yang dinanti nantikan masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya sebentar lagi akan dihelat.

" Kita bakal mengemas iven ini dengan sebaik baik mungkin dan semeriahkan mungkin, agar membangkitkan kembali gairah Pacu Kuda di Kota Padang Panjang, "ujarnya.

Menyangkut keamanan, pihak pemko dan penyelenggara akan mengupayakan sebaik mungkin dengan berkordinasi dengan TNI - Polri, dalam menciptakan suasana aman dan nyaman bagi peserta dan masyarakat pengunjung.

Dikatakan Fadly Amran yang juga Ketua Pengcab PORDASI Padang Panjang ini menyebutkan, Open Race Pacu Kuda bukan sekedar pacu kuda semata, namun Alek Nagari yang diawali dengan tradisi Mamancang Galanggang yang melibatkan unsur Kenagarian.

Sementara Pengurus PORDASI H.Erwan Yunus  menyebutkan, open race diikuti sebanyak 60 ekor kuda dari 11 daerah 3 daerah diantaranya dari luar provinsi Sumatera Barat ikut ambil bagian mendaftarkan kuda-kuda terbaiknya.

Pihak penyelenggara menyiapkan total hadiah sebesar 242 juta rupiah bagi pemenang disetiap kelas, kecuali Kelas Sagalo diikuti kuda lokal hadiahnya 2 juta dan pemilik kuda tidak dibebankan biaya atau gratis.

" Hingga saat ini persiapan penyelenggaraan telah mencapai 90 persen, mulai dari kandang kuda hingga track pacuan, namun  kami tetap terus berkordinasi dengan semua pihak agar persiapan betul-betul matang," ujar pemilik Arafah Group ini. (adek)