Pekan Budaya Anak Nagari Ditutup dengan Lomba Memandikan Anak jo Bajujai

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pekan Budaya Anak Nagari Ditutup dengan Lomba Memandikan Anak jo Bajujai

Rabu, 30 Oktober 2019
Lomba memandikan anak nan Bajujai yang digelar oleh anak nagari Koto Baru, berlangsung meriah. (hendrivon)


Solsel, fajarsumbar.com - Hari ketiga pekan budaya anak nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu ditutup dengan kegiatan lomba pawai dan memandikan anak jo Bajujai.

Acara penutupan yang ditandai dengan pawai alegoris diikuti oleh enam nagari yang ada di Sungai Pagu lama,pawai ini dilepas langsung oleh Ass III Amdani,didampingi wakil ketua DPRD Solok Selatan Atmen Syahjohan,kadis Sosial Hafizon,Camat Paih Duo,KPGD,Sungai Pagu,sejumlah wali nagari.Rabu (29/10).

Sosialisasi Pelestarian Adat dan Budaya, Solok Selatan Gelar Festival Mambangkik Nan Tabanam itu diikuti oleh hsmpir seluruh utusan nagari ysng ada di tiga kecamatan.

Dukung pelestarian adat dan budaya di kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG), Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu gelar acara Festival Budaya Nagari didung penuh oleh masyatakat nagati setempat.

Festival yang bertemakan “Mambangkik Nan Tabanam” itu, akan menampilkan tiga macam perlombaan budaya, diantaranya lomba memasak randang, lomba pawai turun mandi anak, dan lomba tari piring.

Wali Nagari Koto Baru Ahmad Julaini mengatakan, disamping untuk menunjang promosi kawasan SRG, festival ini juga bertujuan untuk menyatukan kembali adat budaya di tiga kecamatan yaitu Pauh Duo, Sungai Pagu dan KPGD.

Kedepan acara Mambaingkik Nan Tabanam ini akan dimasukan dalam agenda tahunan nagari lebih luas lagi.

 Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman dalam sambutan penutupannya mengatakan.Kegiatan ini bukan unik namun sakral dan perlu dikemas dengan apik,kegiatan yang digelar dari berbagai lomba sangatlah asli milik ranginang.

Selama ini juga diakui kegiatan Mambangkik Nan Tabanan ini adat budaya ini tidak boleh hilang dan dihilangkan begitu saja.

Nagari Koto Baru selaluencaei inovatif dan nagari ini termasuk tata pengelola keuangan terbaik di Solok Selatan.

Kegiatan festival budaya ini,walaupun dilaksanakan pada skala nagari,kedepan berharap agar dilaksanakan lebih luas lagi.

“Solok Selatan sedang giat-giatnya promosi pariwisata, beberapa yang sudah dikenal masyarakat luas yaitu kawasan saribu rumah gadang, festival ini merupakan salah satu nilai jual pariwisata di kasawan ini,” ungkpanya.

Ia menambahkan, dengan maju pariwisata di Solsel, sendirinya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan, festival nagari merupakan salah satu model pengembangan pariwisata, disamping itu, pemerintah daerah juga rutin menggelar festival SRG tiap tahunnya.

Ia berharap, dengan festival ini akan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Solok Selatan ini. (Hendrivon)