Penentu Pilgub Sumbar

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Penentu Pilgub Sumbar

Kamis, 31 Oktober 2019
Kantor Gubernur Sumbar. ist
Padang, Fajarsumbar.com-Aura politik jelang Pilgub Sumbar 2020 sudah mulai menggeliat. Sejumlah tokoh menggaungkan namanya, membangun basis pemilih, elektabiltas, dan popularitas. Partai politik pun sudah membuka pintu seleksi bakal calon gubernur. Dari semua geliat itu, kiprah Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional menjadi penentu arah Pilgub.

Kenapa PKS dan PAN menjadi penentu? Peta Pemilu Legislatif di Sumbar menempatkan tiga pemenang, yaitu Gerindra, PKS, dan PAN. Gerinda bisa menggusung calon sendiri. Namun, dengan pilihan partai tersebut merapat ke koalisi pendukung pemerintah membuat peluangnya memenangkan Pilgub Sumbar menipis. Terlepas dari sosok yang akan diusung, Gerindra bisa jadi ditinggalkan karena basis pemilih di Sumbar mayoritas bukan pemilih koalisi pendukung pemerintah. Jokowi kalah telak di Sumbar pada Pilpres 2019.

Selain PAN dan PKS, peluang partai lain juga menipis. Hal itu karena rata-rata adalah pendukung pemerintah. Ada Demokrat, tapi perolehan suaranya tak terlalu signifikan. Peran Demokrat akan ditentukan oleh PKS dan PAN sebagai partai pemenang di Sumbar.

Faktor lain PKS dan PAN sebagai penentu adalah soal jagoan yang akan diusung kedua partai ini. PAN Sumbar sudah memberi sinyal untuk menggusung dua toloh terbaiknya, yaitu Ali Mukhni dan Epiyadi Asda. Ali Mukni bukan tokoh sembarangan. Ia Bupati Padangpariaman dua periode. Termasuk kepala daerah yang berhasil. Dan dia Ketua PAN Sumbar. Epiyadi Asda adalah politikus kawakan. Anggota DPR dua periode. Tokoh populis dan berpengaruh di kancah nasional.

PKS juga punya jagoan yang tak kalah hebat. Ada Mahyeldi, Walikota Padang dua periode. Politikus senior di PKS. Dalam bursa Cagub, namanya yang paling melejit. Ada lagi Riza Falevi. Walikota Payakumbuh dua periode. Ia sosok muda dan jenius.

Jika PKS dan PAN menggalang koalisi, bisa dipastikan kedua partai ini akan menentukan Pilgub Sumbar. Tinggal bagaimana kedua partai ini menyandingkan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Keempat tokoh yang dimiliki sama-sama menjanjikan.

PKS dan PAN memutuskan diri berada di luar koalisi pendukung pemerintah. Posisi ini menempatkan kedua partai memiliki nilai tawar yang tinggi di Sumbar. Ada aspek historis membuat kedua partai ini memiliki penerimaan yang baik bagi pemilih di provinsi ini.

PKS dan PAN memiliki sejarah koalisi yang kuat. Baik di tingkat nasional, apalagi di Sumatera Barat. Kedua partai ini selalu seiring sejalan di Pilkada. Contohnya, koalisi PAN dan PKS berhasil memenangkan Pilkada Kota Padang.

PKS dan PAN mempunyai potensi besar untuk berkoalisi di Pilgub Sumbar. Keduanya memiliki jagoan yang teruji. Persandingan Mahyeldi dab Ali Mukhni menjadi pasangan yang menjanjikan. Riza Falevi dan Epriyadi Asda tak kalah hebat. Pasangan muda dan visioner yang siap merebut suara pemilih milenial. (A.R. Rizal)