Perawat Dilatih Standar Pelayanan Minimal Saat Emergency

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Perawat Dilatih Standar Pelayanan Minimal Saat Emergency

Kamis, 31 Oktober 2019
Usai acara Kadis Kesehatan foto bersama dengan para peserta didampingi ketua HIBGABI Sumbar Nofrizon Tanjung,Ka TU RSUD Petri. (Hendrivon)

Solsel, fajarsumbar.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Solok Selatan menggelar acara pelatihan  Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS ) tingkat Kabupaten Solok Selatan, Kamis (31/10).

Acara digelar empat hari 31 Oktober s.d 3 November 2019 di aula pertemuan RSUD Solok Selatan dibuka secara resmi oleh kepala Dinas Kesehatan Solok Sekatan Dr.H.Novirman.

Acara ini turut dihadiri oleh ketua Hipgabi Sumbar, Ns.H. Nofrizon Tanjung, S.Kep. Ka TU Rsud, Ns.H.Petri.S.Kep

Ketua penyelenggara Yuafdal, SKM dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memenuhi standar pelayanan minimal kegawat daruratan (emergency) dan  untuk meningkatakan keterampialn perawat dalam penanganan kegawatdaruratan  trauma dan jantung.

Ditandai dengan Penurun angka kematian pasien 24 jam di UGD Penurunan angka kematian pasien 48 jam di ruang rawat inap.

Mempertahankan angka kejadian kematiam di meja operasi.

Hal ini diyakini akan memudahkan dan memuluskan langkah RS dan Puskesmas untuk mencapai akreditasi.

Peserta bukan saja dari pukesmas se Solsel,petugas kesehatan RSUD diluar Solsel hadir juga dari Puskesmas Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak enam orang,Kota Padang satu orang Kabupaten Solok satu orang.

Pemateri atau Narasumber Dr.H.Novirman mengambil tema "Pengertian Korupsi dan Prinsip prinsip anti korupsi."

Kita sebagai penyelenggara negara harus memahami apa artinya korupsi,tidak terlepas dari pegawai,petugas,penyelenggara kesehatan disebuah rumah sakit,korupsi itu banyak modusnya.

Korupsi itu bukan saja terkait dengan pemberian dan penyeludupan uang saja namun banyak yang bisa dikorupsi seperri terlambat masuk jam kerja,pulang terlalu cepat,menerima imbalan,memberikan kesempatan lepada saudara kita dalam pelayanan kesehatan,penyalahgunaan kekuasaan dan pemerasan.

Kedepan jika kita sudah memahami arti dari korupsi,kita harus transparansi jangan adalagi yang namanya kegiatan kegiatan fiktif mengulur ulur waktu dan sebagainya,ini harus kita sembuhkan.

Semua lembaga harus mempertanggung jawabkan kinerjanya sesuai dengan aturan main,baik dalam bentuk konvensi atau Defakto,pada akhirnya nanti kita harus jujur jujur dan jujur. (hendrivon)