Ratusan Pedagang Pasar Atas, Bukittinggi Temui Walikota

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Ratusan Pedagang Pasar Atas, Bukittinggi Temui Walikota

Rabu, 30 Oktober 2019
.

Bukittinggi fajarsumbar.com. Sebanyak limaratus orang lebih pedagang Pasar Atas bertemu Walikota Ramlan Nurmatias, di Hall Pustaka Bung Hatta Gulai Bancah Rabu(30/10)

Ramlan Nurmatias memaparkan adanya pendaftaran untuk pedagang pemilik kartu kuning, dalam hal ini yang mendapat prioritas mendapatkan toko yang pengerjaannya selesai bulan Desember 2019

Acara semula berjalan biasa-biasa saja, namun saat masuk sesi tanya jawab, yang menjadi mederator Nur Idris (Ka Pasar) 

Penanya  pertama yang diberi kesempatan seorang pemilik kartu kuning yang bernama Yulius Rustam , dalam kesempatan ini bukan bertanya ,namun membeberkan kalau sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kala (JK)  pernah menyampaikan kalau pertokoan ini bisa dijual kepada pedagang dangan harga Rp. 15.000.000/m2.

Dijelaskan mederator kalau kesempatan ini diberikan untuk bertanya bukan untuk bicara. Namun Yulius Rustam tetap melanjutkan ocehannya dan terjadi ketegangan dan dengan tegas Satpol PP menghentikan pembicaraan ini. 

Ramlan Nurmatias dalam menanggapi pertanyaan pedagang mengatakan, sebelumnya sudah saya sampaikan pertemuan ini bukan masalah penempatan ,berbicara dari hati kehati. 

Sekarang  berbicara malah menghantam pemerintah, curhatan Ramlan ini ditanggapi pedagang, sabar pak. 
Kata Ramlam, saya bingung melihat hadirin, kalau ada yang berbicara lantang tepuk tangan. 

Namun Ramlan menghargai sikap Yulius Rustam, silahkan tuntut kejalur hukum,  Pemda siap tuturnya. 

Lebih lanjut kata Ramlan, karena ini milik pemerintah tidak mungkin digeratiskan, apa bapak/ibuk seteju?  Dengan serentak pedagang menjawab setuju, catat Nur Idris perintah Ramlan. 

Masalah harga sewa bukanlah Pemda yang menentukan, hal ini ada Tim KPKNL (Kantor Pajak). 

Percayalah kepada pemerintah, karena pemerintah akan selalu melindungi rakyatnya. Tidak ada pemerintah yang zalim terhadap masyarakat, sebab pemimpin yang menzalimi rakyat tempatnya di Neraka Jahanam. 


Terkait dengan ukuran toko semuanya 3x3 m2, kalau dahulu ada yang ukurannya 3x6 m2 tetap dapat satu toko, sebab yang dilaporkan ke Jakarta jumlah petak toko berdasarkan kartu kuning. Seandainya berlebih akan diproritaskan bagi pedagang penyewa, dilihat dari berapa lama berdagang. 

Dengan penjelasan Ramlan Nurmatias, pedagang cukup puas, diharapkan kepada pedagang kalau ada yang kurang faham bertanya langsung ke. Kepala Dinas Pasar jangan katanya -katanya   yang akan menyesatkan tuturnya. (gus)