Satu Hari Dalam Minggu ASN dan Pelajar Solsel Berpakain Adat, Ini Alasannya

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Satu Hari Dalam Minggu ASN dan Pelajar Solsel Berpakain Adat, Ini Alasannya

Senin, 14 Oktober 2019
.

Solok Selatan, fajarsumbar.com - Bupati Kabupaten Solok Selatan (Solsel) H. Muzni Zakaria memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Solsel, di Aula Tansi Ampek, Senin (14/10). Rapat membahas isu strategis yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Bupati Muzni menyebutkan, keterbukaan informasi sekarang memungkinkan masyarakat dengan mudah mengakses informasi dimana dan kapan saja. Sedangkan informasi yang didapat itu belum tentu kejelasan dan sumbernya.

Selain itu juga menyayangkan adanya informasi yang disampaikan di media sosial yang tidak jelas tujuan dan maksudnya. “Seharusnya juga disampaikan langsung ke unsur pemerintah terkait,” sebutnya menyampaikan salah satu permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan, sehubungan dengan dinobatkannya kawasan saribu rumah gadang sebagai kampuang adat terpopuler di tahun 2017, ia merencanakan agar satu hari dalam seminggu, seluruh ASN, anak sekolah dan masyarakat di kawasan saribu rumah gadang khususnya memakai pakai adat saat beraktivitas. “Bagi laki-laki pakai baju koko dan memakai celana batik,” ungkapnya.

Hal itu jelasnya, agar ada sesuatu yang berbeda di solok selatan khususnya di kawasan saribu rumah gadang, sehingga diharapkan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke solok selatan.

Ia juga menyampaikan niatnya agar seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di solsel menerapkan full day school dan diisi dengan program ekstrakurikuler keagamaaan seperti menghafal Al-qur’an.

Dijelaskannya, saat ini beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia membuka jalur khusus untuk para hafiz al quran. Dimana para hafiz tersebut bisa masuk perguruan tinggi dengan modal al quran yang dihafalkannya. Ini akan menguntungkan bagi generasi muda di solsel, apabila sejak dini sudah diajari untuk menghafal al quran melalui kegiatan ekstrakurikuler pada full day school. 

"Hal hal diatas perlu juga disampaikan dalam forum ini untuk kita ketahui bersama," ungkapnya 

Sementara itu, Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda menyebutkan permasalahan yang muncul ditengah-tengah masyarakat adalah masalah bersama, untuk itu ia berharap agar forkopimda Solsel tetap kompak dalam menyelesaikannya. “Legislatif dan eksekutif akan bekerjasama untuk memajukan solok selatan,” cetusnya.

Senada, Wakapolres Solsel Kompol Edi Warman mengatakan, untuk permasalahan yang memiliki potensi konflik yang cukup besar, ia berharap pemerintah daerah membentuk tim khusus untuk menanganinya.

Dengan adanya tim khusus tersebut katanya, pemerintah daerah mempnyai solusi dan terget waktu yang tepat dalam menyelsaikannya.

Disamping itu, Kajari Solok Selatan M. Bardan menyebutkan, salah satu cara memajukan daerah adalah dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, agama dan pemuda dalam proses pembangunan.

Disisi lain, Komandan Kodim 0309 Solok Letkol Arh Priyo Iswahyudi menyebutkan, Solok Selatan kaya akan potensi wisata baik itu budaya maupun alam. Untuk menyembangkannya ia menyarankan agar pengembangan pariwisata dapat belajar dari daerah lain, selain dana pemda, dana nagari juga dapat dimanfaatkan melalui bumnag. 

Dalam rapat yang digelar Kesbangpol tersebut, hadir juga Sekdakab Yulian Efi, Asisten Pemerintahan Fidel Efendi, Kepala Bappeda Yul Amri serta Kepala Kesbangpol Alifis dan jajarannya (Yuni Valora)