Satu Tewas, Kecelakaan Beruntun di Padang Panjang

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Satu Tewas, Kecelakaan Beruntun di Padang Panjang

Sabtu, 05 Oktober 2019
langgam.id

Padang Panjang, fajarsumbar.com - Kecelakaan beruntun terjadi di jalan lintas Padang-Bukittinggi, tepatnya di kawasan Bintuangan, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (4/10/2019). Peristiwa nahas ini melibatkan satu unit truk fuso bermuatan pakan ikan dan beberapa kendaraan lainnya hingga menabrak rumah.

Informasinya, kecelakaan yang berada di wilayah hukum Polres Padang Panjang ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Dikabarkan, peristiwa ini menelan korban jiwa. Hal ini juga dibenarkan Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Bazaliel Mendrofa.

Namun, Mendrofa belum bisa merinci berapa jumlah korban jiwa yang meninggal dalam kecelakaan ini. Sebab, pihaknya masih melakukan evakuasi dan mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di lokasi kejadian.

“Yang jelas truk ini datang dari arah Bukittinggi menuju arah Padang. Ketika sampai di lokasi, hilang kendali hingga terjadi kecelakaan,” katanya seperti dikutip langgam.id, Jumat (4/10/2019).

Pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan lengkap terkait jumlah korban yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut di TKP.

“Sabar dulu ya. Nanti kita jelaskan lebih rinci. Karena masih bekerja,” katanya.

Dari foto-foto yang diterima langgam.id, truk fuso tersebut tampak rebah ke sisi kiri jalan dan menghantam satu unit rumah warga. Terlihat juga bagian depan truk remuk dan bahkan roda depannya terlepas.

Sementara itu, Kapolsek X Koto AKP Rita Saryanti mengatakan, dari informasi yang diterimanya, korban meninggal merupakan penumpang dari truk fuso. Namun, untuk informasi lebih lengkap kasus ini ditangani Satuan Lalu Lintas.

“Kabarnya memang ada korban jiwa yangg merupakan penumpang truk, tapi mungkin langsung ke Pak Kasat Lantas aja detailnya. Kalau saya hanya mengamankan lokasi kecelakaan. Kami dari Polsek sudah mengantisipasi agar kemacetan tidak diperparah,” katanya. (*)