Sekolah Alam Ainur Rahmah, Sekolah Alam Berbasis Islam

iklan halaman depan



Sekolah Alam Ainur Rahmah, Sekolah Alam Berbasis Islam

Kamis, 03 Oktober 2019
Ketua PKK Provinsi Sumbar Nevi Irwan Prayitno didampingi oleh Pimpinan Pemda Pasbar serta Ketua Yayasan Ainur Rahmah Yunesli Yunius ketika berkunjung ke Sekolah Alam.

Pasbar,fajarsumbar.com Di era yang modern ini kehadiran sekolah yang berbasis Islam dan dekat dengan alam sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya, secara tidak langsung generasi sekarang sudah mulai meninggalkan nilai-nilai islami di dalam kehidupan dan tidak mengenali lingkungan.

Dengan latar belakang itupulalah hadirnya Yayasan Ainur Rahmah. Ketua Yayasan Ainur Rahmah Yunesli Yunius, yang ditemui beberapa waktu lalu menuturkan bahwa sekolah tersebut sejatinya hadir untuk masyarakat sekitar dan untuk masyarakat Pasbar pada umumnya.

"Sekolah alam yang konsepnya mencetak hafiz Qur'an ini memang ingin menyatukan dengan alam. Kita konsep sekolah ini dengan tetap berpegang teguh kepada ajaran Islam dan mencintai Al-Qur'an. Kita targetkan lulusan TK itu hafal setengah jus dari jus 30. Namun, ada yang sudah hafal jus 30 tersebut. Begitu juga dengan murid SD kita,"papar Yunesli, Kamis (3/10/2019).

Ia menambahkan, sekolah alam yang menyatukan kurikulum dengan contoh nyata dan mengajarkan kepada anak -anak proses bercocok tanam. Agar mereka paham bahwa mereka harus bersahabat dengan alam dan mencintai alam. Sehingga setiap proses yang mereka lewati mereka paham betul contoh nyatanya. 

"Tempat belajar yang seperti pendopo inilah salah satu konsep alam yang kami ciptakan," papar Yunesli.

Sekarang murid TK Ainur Rahmah mencapai 151 orang dengan jumlah guru 15 orang. Sedangkan murid SD kelas 1 sebanyak 128 orang dan kelas 2 sebanyak 78 orang. Ruang belajar antara anak laki-laki dengan anak perempuan dipisahkan. Sedangkan satu orang guru membimbing 13 orang siswa. 

"Saya berharap bagaimana menjadikan sekolah yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Mencetak generasi dan pemimpin yang beragama, berakhlak dan Rabbani. Selain itu, masyarakat sekitar belum sepenuhnya mengetahui bahwa sekolah ini hadir untuk mereka. Mereka mengganggap sekolah ini masih mahal. Kami juga punya program santunan agar semuanya bisa merasakan sekolah ini, seperti anak kurang mampu kami berikan subsidi dan anak Yatim kita gratiskan,"papar Yunesli. 

Sekolah yang baru berdiri ini sudah mampu untuk ikut dan mengharumkan nama masyarakat Pasbar. Seperti lomba UKS untuk tingkat Provinsi Sumbar, lomba implementasi konsumsi ikan pada kurikulum PAUD tingkat provinsi yang mendapat harapan 1. 

"Kami berharap dukungan dari Pemda, masyarakat dan wali murid agar sekolah ini tetap berjalan dengan baik. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan saran dan kritikan demi kemajuan sekolah ini,"tutur Yunesli mengakhiri. (wati)