Ternak Banyak Berkeliaran, SMA 11 Solsel Butuh Panggar Sekolah

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Ternak Banyak Berkeliaran, SMA 11 Solsel Butuh Panggar Sekolah

Kamis, 24 Oktober 2019
.

Solsel, Fajarsumbar.com -  SMAN 11 Solok Selatan (Solsel) membutuhkan anggaran pembangunan pagar sekolah, agar ternak peliharaan warga dan babi hutan tidak memasuki perkarangan sekolah.

Sebab itu, bantuan pembangunan pagar tersebut sangatlah diharapkan warga sekolah, baik siswa maupun guru demi kenyamanan sekolah dan taman bebas dari gangguan binatang dan hewan peliharaan warga. Saat ini, pihak sekolah telah mencoba memagar dengan wareng. Tetap saja ternak masuk sekolah.

"Yang namanya pelosok daerah, disini kambing, sapi peliharaan warga hanya dilepas tanpa dikasih tali. Kerap masuk perkarangan sekolah, termasuk anjing dan babi hutan," kata Kepala SMAN 11 Solok Selatan, Elfi Hendri kepada media, Kamis (24/10).

Bila hewan peliharaan tersebut dan binatang buas masuk di jam sekolah, tentu saja bisa diusir oleh warga sekolah. Tapi kalau masuk usai jam sekolah atau malam hari, maka kotorannya akan berserakan di sekitar sekolah. 

Hal ini akan dapat merusak keindahan sekolah dan bau yang ditinggalkan oleh ternak yang mampir dengan jumlah rombongan.

"Kambing dan sapi dilepas tanpa diikat tali, sudah jadi tradisi di daerah sini. Jalan satu-satunya, harapan adanya jatah anggaran pagar untuk sekolah kami ini dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar," katanya.

Pihak sekolah mengatakan, segera akan mengajukan proposal bantuan anggaran dana pembanguna pagar sekolah ke Dinas Pendidikan. 

Sehingga tidak ada lagi tanaman yang ada diperkarangan sekolah di rusak dan diinjak ternak, mudahan di tahun anggaran 2020 nanti. Saat ini dipagar dengan wareng didepan sekolah, ternak sapi dan kambing mudah masuk dibelakang sekolah.

"Dengan kondisi demikian, tentu kami punya harapan dikuncurkan anggaran pagar di tahun anggaran 2020," harap Elfi.

Sebagai sekolah baru, saat ini jumlah muridnya baru mencapai 55 orang dengan jumlah tenaga pendidik yang PNS 11 orang termasuk kepsek dan honorer 20 orang.

Selain pagar sekolah, pihak sekolah menyatakan bahwa SMAN 11 Solok Selatan itu juga kekurangan dua ruangan kelas. Saat ini untuk mengatasi keterbatasan tempat belajar siswa, Kepala Sekolah memamfaatkan ruangan guru.

"Ruangan guru kami sekap jadi lokal, hal ini untuk mengatasi kekurangan dua lokal tempat belajar siswa kami," tandasnya.

Fasilitas sekolah lainnya yang belum ada, yakni labor komputer. Meski belum ada labor dan peralatan komputer, namun sekolah pelosok di Kecamatan Sangir Balai Janggo itu, tetap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Meski belum ada perlengkapan komputer, kami tetap laksanakan UNBK. Dengan cara meminjam laptop paa guru disekolah, dan sebagian dipinjam di sekolah lainnya," terangnya.

Sebab komputer di sekolah belum ada, pihak sekolah hanya baru mampu menyediakan server dengan dibeli sekolah. UNBK perdana tahun 2019 diikuti 32, dibagi dua sift.

Namun dia bersyukur, untuk kegiataan kegaaman. Tahun 2019 ini SMAN 11 Solsel mendapatkan bantuan dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar Zogo Rolanda, yang kini menjabat Ketua DPRD Solok Selatan. 

"Pembangunan mushalla, sekolah kami dapat jatah dana Pokir Anggota DPRD Sumbar Zigo Rolanda sekitar Rp175 juta," ucapnya.

Demi kelancaran proses belajar mengajar, pihak sekolah memberdayakan guru jurusan lainnya untuk mengajar mata pelajaran Penjaskes, seni budaya, ekonomi dan, sejarah.

SMAN 11 tersebut mulai operasional sejak 18 Juli 2016 yang saat itu masih Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, baru pada tanggal 12 Maret 2018 defenitif dengan dilantik oleh Gubernur di Auditorium Gubernuran.

"Kami belum punya guru empat bidang studi, sehingga memberdayakan guru bidang studi lainnya demi kelancaran proses belajar mengajar," ucapnya.

Wali Nagari Sungai Kunyit Barat, Doni Fitra membenarkan, bahwa hewan peliharaan warga sejak nenek moyang masyarakat Kecamatan Sangir Balai Janggo dipelihara dengan cara dilepas, tanpa diikat dengan tali. Baik kambing, kerbau, maupun sapi.

Tentu, pihaknya berharap Pemprov Sumbar melalui Dinas Pendidikan untuk menggangarkan dana bantuan pagar, agar fasilitas umum itu tidak lagi dimasuki hewan dan binatang.

"Hewan peliharaan ini kalau masuk ke perkarangan sekolah dalam jumlah rombongan, begitupun binatang buas seperti babi hutan dan lainnya," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Adib Alfikri, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait keluhan seringnya masuk hewan peliharaan dan binatang buas masuk perkarangan sekolah.

Begitupun proposal bantuan anggaran pembangunan pagar sekolah, juga belum ada diajukan pihak sekolah atau memberitahukan secara langsung ke dinas.

"Nanti, akan kita prioritaskan jika kondisinya seperti itu. Dan kita pun berharap Kepala Sekolah segera mengantarkan proposal ke Dinas Pendidikan, untuk bisa kami usulkan di anggaran APBD Provinsi tahun 2019 atau lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat," imbuhnya.

Pihaknya lanjut Adib Alfikri, ada rencana untuk berkunjung ke SMAN 11. Tentu butuh waktu luang, sebab SMA tersebut  katanya sangat jauh.

"Ya, saya memang ada rencana berkunjung ke SMAN 11 itu," tuturnya.Hendrivon

Kondisi siswa belajar di SMAN 11 Solok Selatan di Kecamatan Sangir Balai Janggo,selalu dipantau kepala sekolah. (hendrivon)