UIN Imam Bonjol, Padang Latih Pengelola Perpustakaan di Solsel

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

UIN Imam Bonjol, Padang Latih Pengelola Perpustakaan di Solsel

Kamis, 17 Oktober 2019
Usai pembukaan,para peserta photo bersama dengan Dosen UIN dan Sekdis Solsel. (hendrivon/fajarsumbar.com)

Solsel, Fajarsumbar.com - Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solok Selatan, Novrizon mengatakan, UIN Imam Bonjol, Padang melatih pelatih perpustakaan. Nantinya diharapkan 25 pengelola pustaka ini bisa menjadi narasumber bagi pengelola lainnya.

"Perpustakaan yang layak dan bagus untuk diminati siswa, tapi kondisi ini belum di miliki daerah kita Solok selatan," jelasnya.

Pihaknya berjanji akan menganggarkan buku perpustakaan, dengan standar minimal 1.000 judul. 

Soal bangunan perpustakaan sudah sesuai standar dibangun dengan di daerah ini, tapi isinya tidak memenuhi standar termasuk managemen pengelolaan yang baik.

"Di tahun anggaran 2020, minimal 21 kegiatan pengganggaran untuk pustaka kita coba mengusulkannya," tandasnya. 

Harga buku kebutuhan sekolah sudah ada headnya oleh pemerintah, namun masih banyak pedagang menyodorkan buku ke sekolah dengan model diskon sekian persen. Namun dilihat, jauh lebih mahal dari harga head tersebut.

"Intinya hari ini bagaimana pola membenahi perpustakaan, perlu adanya daya tarik sebagai nagnet bagi siswa. Agar perpustakaan tidak kalah dari media sosial. Maka kita akan menyediakan aplikasi rumah belajar dan tablet pembelajaran bagi siswa di tahun depan," tuturnya. 

Sementara itu Dosen Ilmu Perpustakaan Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang, 
Sefridoni menjelaskan penting adanya pembekalan pengeolaan pustakan di daerah tertinggal ini.

"Kita lihat pengelolaan perpustakaan di Solsel sangat rendah, dan belum ada edukasi dalam menarik minat siswa untuk terbiasa membaca di pespustakaan sekolah," kata  
Dia menjelaskan, dalam Workshop pengelolaan perpustakaan sekolah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) di SDN 04 Ujung Jalan, Kecamatan Pauhduo itu, pihak UIN selain membekali pelatihan kepada 25 pengelola pustakan di Solok Selatan.

Nantinya puluhan pengelola pusataka tersebut yang mendapatkan ilmu dari pihak UIN, serta pelatih pustaka UIN dan dari tim penilai pustaka Sumbar yang aplikasi ilmu terapan perpustakaan akan diberikan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (19/10).

"Kita harapkan 25 pengelola perpustakaan yang ditempal manajegemen perpustakaan yang SNI dan manarik minat baca, untuk bisa melatih pengelolaa pustaka di sekolah lainnya di Solsel," harapnya.

Di samping UIN belajar dan meneliti, juga bentuk aplikasi ilmu perpustakaan ke masyarakat terutama pihak sekolah. 

Dengan harapan ada daya tarik siswa dalam mendorong minat baca di sekolah. Mulai perbaikan fisik perpustakaan, cara pandang dalam penataan perpustakaan hingga siswa terbiasa dengan buku dan mempelajarinya.

"Bagaimana siswa terbiasa dengan buku dan cinta terhadap pustaka,"Tambahnya lagi.

Khusus UIN mengambil sampel lokasi di Solok Selatan, bentuk disingkronisasi kebutuhan kampus dengan kebutuhan daerah Solsel. Dan setiap tahun aplikasi ini biasanya berpindah-pindah ke daerah lainnya.

"Justru itu dipilih Solsel karena masuk salah satu daerah 3T di Sumbar, yang pengelolaan perpustakaan sangat rendah sesuai hasil penilaian tim penilai perputakaan Sumbar," ulasnya. (Hendrivon)