Wabup Zuldafri Darma : Tabuah Larangan Pererat Silaturahami

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Wabup Zuldafri Darma : Tabuah Larangan Pererat Silaturahami

Minggu, 06 Oktober 2019
.

Tanah Datar, fajarsumbar.com-Tali Pambuhua Lima Kaum, Rambatan dan Pariangan (Tabuah Larangan) merupakan ikatan kekeluargaan di wilayah tiga kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, terdapat enam belas nagari yang sudah terbentuk sejak dua tahun yang lalu.
Tabuah larangan, dari berbagai unsur sosial masyarakat ini memiliki berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, agama, adat dan budaya, masing-masing daerah punya wadah kekeluargaan sendiri-sendiri, namun secara kewilayahan dibentuk wadah Tabua Larangan.
Hal itu dikatakan Wakil Bupati Zuldafri Darma, ketika silaturrahmi dan konsolidasi dengan pengurus dan masyarakat di ketiga wilayah kecamatan yang diikat dengan sebutan tabuah larangan tersebut, Jum'at malam (04/10) di kediamannya Malana Ponco Batusankar.
Zuldafri Darma yang juga sekaligus Ketua Umum Tabuah Larangan ini berharap dengan kekuatan dan keteguhan hubungan kekeluargaan kelompok masyarakat dari beberapa wilayah kecamatan ini dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi Kabupaten Tanah Datar.
"Semoga dengan kerukunan dan silaturrami yang dijalin bersama ini dapat membawa perubahan bagi daerah, apalagi saat pertemuan ini kita juga dihadiri beberapa orang Camat, 16 wali nagari, KAN, Tokoh Masyarakat, Bundo Kanduang, Alim Ulama, pemuda maupun unsur lainnya," ucap Wabup.
Wabup menambahkan jika dengan adanya konsolidasi ini dapat disusun kekuatan untuk membangun daerah, karena dapat menampung aspirasi masyarakat dengan menyerap langsung hal-hal yang dirasakan masyarakat mulai dari jorong dan nagari.
Walau Zuldafri akui selaku ketua umum Tabuah Larangan belum maksimal melakukan upaya konsolidasi dan melakukan pertemuan-pertemuan rutin, namun akan tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tidak semata tabuah larangan namun juga bagi ikatan kekeluargaan lain di Tanah Datar, baik dikampung halaman maupun yang di perantauan.
Sebelumnya H.A. Datuak Andomo ketua satu Tabuah Larangan melaporkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di nagari seperti pelatihan adat dan keagamaan bagi generasi muda. Hal itu menurutnya sangat penting, mengingat degradasi moral saat ini yang sudah mengkhawatirkan.
Melalui forum itu, H.A.Datuak Andomo minta kepada Wabup selaku pemerintah daerah untuk dapat menjadikan hal itu prioritas mengingat Tanah Datar Luak Nan Tuo sebagai pusat adat dan budaya serta Minangkabau yang berfilosofikan, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
H. A. Datuak Andomo yang juga selaku ketua LKAAM Kecamatan Pariangan ini katakan agama, adat dan budaya merupakan satu kesatuan yang harus ditanamkan pada generasi muda, sehingga dapat membentengi dari hal-hal buruk yang akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan seperti penyakit masyarakat yang kian marak terjadi di Sumatera Barat.(adek)